Warga New Zealand Berburu Minyak di Tengah Isu Kelangkaan

Senin, 09 Mar 2026, 21:42 WIB

WELLINGTON - Para pengguna kendaraan di New Zealand berbondong-bondong mendatangi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) setelah harga minyak melonjak melampaui 100 dolar AS per barel akibat ketegangan di Timur Tengah, khawatir akan kenaikan tajam harga bahan bakar di dalam negeri.

Harga minyak mentah Brent melonjak 18 persen menjadi 110 dolar AS per barel saat perdagangan kembali dibuka pada Senin (9/3), mendorong pengguna kendaraan untuk mengantre di SPBU selama akhir pekan guna mengisi tangki mereka sebelum harga semakin meningkat.

Waitomo Group, peritel bahan bakar milik New Zealand yang dikenal dengan bahan bakar berbiaya rendah, melaporkan lonjakan permintaan sebesar 15 hingga 20 persen pekan lalu seiring harga Singapore Platts, tolok ukur penting Asia-Pasifik untuk produk minyak olahan, naik sekitar 60 dolar AS per barel.

Ini merupakan salah satu lonjakan terbesar yang pernah dialami perusahaan tersebut dalam 25 tahun terakhir, menurut Chief Executive Waitomo Group Simon Parham dalam komentar yang dilaporkan oleh Radio New Zealand.

Tidak ada risiko kekurangan pasokan di New Zealand, dengan persediaan untuk 20 hari dan lebih dari 80 persen pasokan menghindari Selat Hormuz yang sedang bergejolak, imbuh Parham. Ant/Xinhua

Ket. Foto: — Sumber: Supplied

  • NZD
  • aotearoa
  • new zealand

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.