Kabar Baik Jelang Lebaran, BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik
Senin, 09 Mar 2026, 22:30 WIBJAKARTA â Menjelang Lebaran, menjaga harga BBM subsidi tetap stabil jadi langkah penting agar aktivitas masyarakat tetap lancar.
Di masa ini mobilitas biasanya meningkat, mulai dari mudik hingga kegiatan ekonomi di berbagai daerah. Jika harga BBM tetap ditahan, biaya transportasi dan distribusi barang bisa lebih terkendali sehingga tidak ikut mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok.
Dengan begitu, masyarakat bisa menjalani momen Lebaran dengan lebih tenang tanpa terbebani lonjakan biaya hidup.
Pemerintah memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi tidak akan mengalami kenaikan menjelang Idul Fitri 1446 H meskipun harga minyak dunia saat ini terus berfluktuasi imbas konflik geopolitik di Timur Tengah.
âSebagaimana juga sudah disampaikan oleh Menteri ESDM atas arahan Presiden, bahwa harga BBM subsidi dipastikan tidak akan naik. Dengan demikian masyarakat bisa menjalankan Ramadhan dengan tenang dan menyambut Lebaran tanpa kekhawatiran," kata Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia di Jakarta, Senin (9/3).
Ia mengatakan, keputusan tersebut diambil meskipun harga minyak dunia mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) dalam APBN yang berada di kisaran 70 dolar AS per barel.
Pada Senin (9/3), mengutip laporan Kyodo, harga minyak mentah berjangka sempat melampaui 111 dolar AS per barel atau mencapai level tertinggi sejak Juli 2022 seiring dinamika geopolitik global yang masih berlangsung.
Dwi juga menyampaikan bahwa kondisi stok BBM nasional masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
"Tentu pemerintah akan terus melakukan pemantauan. Yang jelas, fokus utama saat ini adalah memastikan ketahanan energi nasional tetap aman sehingga masyarakat bisa menjalankan Ramadhan dan Lebaran dengan tenang," ujarnya.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat tidak melakukan aksi panic buying, karena ketersediaan stok BBM nasional berada di atas standar minimum yang dipersyaratkan.
Menurut dia, aksi pembelian berlebihan justru berpotensi mengganggu sistem distribusi yang sebenarnya dalam kondisi normal.
âStok BBM nasional berada di atas standar minimum, sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat untuk melakukan panic buying,â katanya.
Dwi mengatakan, stok BBM dan LPG yang dimiliki pemerintah di atas standar minimum cadangan operasional yakni melebihi 21 hari.
"Sebagai analogi, seperti kita memiliki toren air di rumah. Air digunakan setiap hari, tetapi setiap hari juga ada pengisian kembali," ujarnya.
Sumber untuk mengisi kembali stok BBM dan LPG itu, ujar dia, bisa dari produksi dalam negeri maupun impor dari berbagai negara.
Ia menambahkan, pemerintah saat ini terus memantau perkembangan geopolitik global serta dampaknya terhadap sektor energi guna memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga selama periode Ramadan dan Idul Fitri 2026.
- Harga BBM
- Lebaran
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
BPH Migas Pantau Penyaluran BBM di Manggarai Barat, NTT, Pastikan Pasokan Energi Lancar
-
Calon Sekjen PBB Peringatkan Perang Dunia Ketiga Bisa Dipicu AI, Minta Regulasi Diperketat
-
Disbudpar Tangerang Dorong Ruwat Bumi untuk Lestarikan Kearifan Lokal
-
Isak Tangis Sambut Jenazah CPNS Korban Penembakan KKB di Jayawijaya
-
Kebakaran di Luar Area Bandara, Operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta Dipastikan Tetap Normal
-
Band Kotak Hentikan Konser di Kota Tua Akibat Muncul Bau Gas Menyengat, Ternyata Ulah Pencopet!
-
Menaker: Mahasiswa Perlu Seimbangkan Keahlian Teknis dan Kemampuan Komunikasi.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.