Bangun SDM Unggul, Menteri PPN Tekankan Pentingnya Desain Besar Manajemen Talenta Nasional
Sabtu, 07 Mar 2026, 00:15 WIBJAKARTA â Penguatan manajemen talenta nasional menjadi langkah penting untuk memastikan potensi sumber daya manusia dapat berkembang secara optimal dan terarah.
Melalui sistem yang terstruktur, negara dapat mengidentifikasi, membina, dan menempatkan talenta-talenta terbaik di berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, riset, hingga industri.
Pendekatan ini membantu menciptakan kesinambungan antara pengembangan kemampuan individu dengan kebutuhan pembangunan nasional.
Di tengah persaingan global yang semakin ketat, manajemen talenta juga berperan sebagai fondasi dalam meningkatkan daya saing bangsa.
Dengan pengelolaan yang baikâmulai dari pemetaan potensi, pembinaan berkelanjutan, hingga pemberian ruang berkaryaâtalenta nasional tidak hanya mampu berkembang di dalam negeri, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong inovasi dan kemajuan ekonomi secara lebih luas.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan desain besar manajemen talenta nasional (MTN) menjadi bagian penting dari pembangunan.
Menteri Rachmat Pambudy menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) Koordinasi Gugus Tugas Manajemen Talenta Nasional (MTN) yang dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, serta Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Amarulla Octavian.
âDesain Besar Manajemen Talenta Nasional menjadi bagian penting dari pembangunan nasional, karena masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kemampuan kita menyiapkan talenta yang mampu bersaing di tingkat global,â ucapnya sebagaimana dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (6/3).
RTM menjadi forum konsolidasi strategis untuk memperkuat arah pelaksanaan MTN sebagai instrumen pembangunan sumber daya manusia yang dijalankan secara sistematis dan berkelanjutan.
Pertemuan ini dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Perjanjian Kerahasiaan/Non-Disclosure Agreement (NDA) terkait integrasi dan pemanfaatan data alenta.
Penandatanganan PKS dan NDA sebagai bagian paralel dari RTM, lanjutnya, menandai komitmen bersama untuk memperkuat tata kelola data talenta yang terintegrasi dan terhubung dalam satu sistem nasional yang berkelanjutan.
Rachmat Pambudy menyampaikan pentingnya MTN sebagai kerangka besar yang mengorkestrasi intervensi secara terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para mitra pembangunan untuk memastikan talenta terbaik bangsa dapat tumbuh, berkembang, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan.
âIntegrasi talent pool harus berbasis data yang kuat. Sebagai instrumen strategis pembangunan, MTN perlu memastikan akses yang adil dan merata bagi seluruh anak bangsa untuk berkembang,â kata Kepala Bappenas.
Dengan memperluas dan mengintegrasikan talent pool secara nasional, kata dia, MTN memperkuat daya saing talenta melalui pembinaan yang sistematis, terukur, dan berkelanjutan.
Upaya ini didukung oleh Basis Data Talenta Nasional yang menjadi rujukan utama bagi kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dalam melakukan pembinaan talenta secara terintegrasi dalam satu sistem nasional yang berkelanjutan.
Menteri PPN menegaskan ekosistem yang ingin dibangun bersifat kolaboratif lintas kementerian/lembaga yang terorkestrasi secara terpadu.
âDalam hal ini, Kementerian PPN/Bappenas berperan sebagai koordinator utama, perumus kebijakan, sekaligus pengelola basis data terpadu. Namun, basis data tersebut hanya dapat terwujud apabila konvergensi data dari seluruh kementerian/lembaga dapat disampaikan dan diintegrasikan secara optimal,â ungkap dia.
- Bappenas
- manajemen talenta nasional
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Sate Maranggi Mbah Goen Jadi Magnet Wisata Baru, Dongkrak Ekonomi Desa Cipayung Bekasi
-
Tempat wisata Rumah Marga Tjhia di Singkawang
-
Lanud Sultan Hasanuddin Gelar Apel Halalbihalal Idul Fitri 1447 H/2026
-
Pemkab Kudus Memastikan Tidak Naikkan PBB meskipun NJOP Disesuaikan Harga Pasar
-
Dosen FEB UI Raih Penghargaan Asia Marketing Journal Best Paper Award
-
Bappenas Sebut Biaya Rehabilitasi dan Rekonstruksi Passcabencana Aceh dan Sumatera Rp56,3 Triliun
-
Hizbullah Sebut AS Ingin Kuasai Timur Tengah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.