Serie A Italia: AC Milan Wajib Jaga Dominasi Derby demi Menjaga Asa Scudetto

Jumat, 06 Mar 2026, 08:15 WIB

MILAN, ITALIA - Harapan AC Milan untuk tetap bersaing dalam perebutan gelar Serie A sangat bergantung pada hasil derby akhir pekan ini. Rossoneri dituntut mempertahankan dominasi terbaru mereka atas rival sekota Inter Milan demi menjaga peluang realistis mengejar gelar juara.

Pertandingan yang akan berlangsung di San Siro itu terasa seperti laga hidup-mati bagi Milan yang kini berada di posisi kedua klasemen. Pasalnya, Inter sudah melesat dengan keunggulan 10 poin di puncak.

Ket. Foto: Ilustrasi Derby Milan. — Sumber: AFP

Secara statistik, Milan memang memiliki modal psikologis yang kuat. Mereka tidak terkalahkan dalam enam derby terakhir melawan Inter dengan empat kemenangan dan dua hasil imbang. Namun, dengan selisih poin yang cukup jauh di klasemen, kemenangan menjadi harga mutlak bagi tim asuhan Massimiliano Allegri.

Pada awal Januari lalu, persaingan perebutan Scudetto masih berlangsung sangat ketat. Inter hanya unggul satu poin atas Milan, sementara juara bertahan Napoli berada satu poin di belakang Rossoneri. Namun, hanya Inter yang mampu mempertahankan konsistensi layaknya calon juara.

Dalam 15 pertandingan terakhir liga, Inter hanya kehilangan dua poin sehingga semakin kokoh di puncak klasemen. Sebaliknya, Milan justru kehilangan tujuh poin dalam enam laga terakhir mereka.

Menariknya, sepanjang musim ini Milan sebenarnya hanya kalah dua kali di liga, lebih sedikit dibandingkan Inter yang sudah menelan empat kekalahan. Namun masalah utama Rossoneri adalah terlalu sering bermain imbang, sembilan kali, yang membuat mereka tertinggal dalam perburuan gelar. Hasil seri lainnya di derby nanti jelas tidak akan banyak membantu Milan yang tengah berusaha mengejar ketertinggalan.

Bek Milan, Strahinja Pavlović, menegaskan bahwa derby selalu memiliki cerita tersendiri.

“Dalam derby tidak ada tim yang difavoritkan,” kata Pavlovic kepada Gazzetta dello Sport.

“Musim lalu kami juga mengalaminya. Di liga kami kesulitan dan akhirnya finis kedelapan, tetapi kami sering memenangkan derby. Derby selalu punya cerita sendiri.”

Pavlovic juga menegaskan bahwa peluang Milan belum sepenuhnya tertutup. “Belum ada yang benar-benar berakhir. Masih ada 11 pertandingan tersisa. Hal terpenting adalah tetap bersatu dan memberikan yang terbaik sampai menit terakhir.”

Di kubu Inter, masalah cedera masih menghantui lini depan. Kapten sekaligus striker utama Lautaro Martínez masih harus menepi, sehingga penyerang muda Francesco Pio Esposito berpeluang memimpin lini serang. Sementara itu, Milan juga kehilangan bek Matteo Gabbia yang diperkirakan absen sekitar satu bulan setelah menjalani operasi hernia.

Kemenangan derby terakhir Inter terjadi pada April 2024. Saat itu, kemenangan tandang mereka justru memastikan gelar liga di depan para pendukung Milan. Laga tersebut juga menjadi penutup dari rangkaian enam kemenangan beruntun Inter atas Rossoneri.

Meski kemenangan derby kali ini tidak langsung mengunci gelar, tambahan tiga poin akan membuat Inter unggul hingga 13 poin dengan hanya 10 pertandingan tersisa, situasi yang praktis menempatkan mereka di jalur “cruise control” menuju Scudetto.

Sementara itu, Napoli kini tertinggal empat poin dari Milan setelah dua kekalahan dalam enam laga terakhir merusak upaya mereka mempertahankan gelar. Partenopei dijadwalkan menjamu Torino pada hari Jumat.

Di posisi keempat, AS Roma akan bertandang ke markas Genoa pada hari Minggu. Sementara Como 1907, tim yang dilatih Cesc Fàbregas, akan melawat ke kandang Cagliari Calcio pada Sabtu dalam upaya mereka mengamankan tiket kompetisi Eropa.

Como saat ini berada di posisi kelima, hanya terpaut tiga poin dari Roma dan unggul satu poin atas Juventus, yang pada Sabtu akan menjamu tim papan bawah Pisa.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.