- Home
-
- Luar Negeri
-
- Selat Hormuz Diblokade, AS...
Selat Hormuz Diblokade, AS Beri Dispensasi India Impor Minyak dari Russia
Jumat, 06 Mar 2026, 15:49 WIBWASHINGTON DC - Departemen Keuangan Amerika Serikat pada hari Kamis (5/3( mengeluarkan dispensasi 30 hari yang memungkinkan India untuk membeli minyak Russia yang saat ini tertahan di laut.
âUntuk memungkinkan minyak terus mengalir ke pasar global, departemen keuangan mengeluarkan dispensasi sementara selama 30 hari untuk memungkinkan kilang minyak India membeli minyak Rusia,â kata Menteri Keuangan Scott Bessent dalam sebuah pernyataan yang diunggah ke media sosial.
âLangkah yang sengaja bersifat jangka pendek ini tidak akan memberikan keuntungan finansial yang signifikan bagi pemerintah Rusia karena hanya mengizinkan transaksi yang melibatkan minyak yang sudah terperangkap di laut,â lanjutnya.
Dari The Guardian, ia menyebutnya sebagai langkah sementara, karena Washington mengharapkan India pada akhirnya akan membeli lebih banyak minyak AS.
âLangkah sementara ini akan mengurangi tekanan yang disebabkan oleh upaya Iran untuk menyandera energi global,â kata Bessent.
Kilang-kilang minyak India membeli jutaan barel minyak mentah Rusia dalam jumlah besar karena India berupaya mengatasi krisis pasokan minyak yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah, menurut enam sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters.
Pengumuman Bessent datang setelah berbulan-bulan Washington menekan New Delhi untuk menghindari pembelian minyak Rusia dalam upaya mengurangi aliran uang ke upaya perang Moskow di Ukraina.
India rentan terhadap guncangan pasokan energi, dengan stok minyak mentah hanya mampu mencukupi kebutuhan sekitar 25 hari. India mendapatkan sekitar 40% impor minyaknya dari Timur Tengah melalui Selat Hormuz.
India adalah pembeli utama minyak mentah Rusia yang diangkut melalui laut setelah invasi Moskow ke Ukraina pada tahun 2022, tetapi pada bulan Januari, kilang-kilang minyaknya mulai mengurangi pembelian di bawah tekanan dari Washington.
Pengurangan pembelian minyak Rusia membantu New Delhi menghindari tarif 25% dan meraih kesepakatan perdagangan sementara dengan AS.
Sebuah sumber yang terlibat langsung dalam masalah ini mengatakan bahwa India telah menghubungi pemerintahan Donald Trump untuk meminta persetujuan pembelian impor minyak mentah Rusia karena konflik Iran.
Kementerian perminyakan dan luar negeri India tidak menanggapi email Reuters yang meminta komentar. Gedung Putih dan departemen keuangan AS tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Menurut sumber Reuters, perusahaan penyulingan minyak milik negara, Indian Oil , Bharat Petroleum, Hindustan Petroleum, dan Mangalore Refinery and Petrochemicals sedang bernegosiasi dengan para pedagang untuk pengiriman kargo Rusia secepatnya.
Salah satu sumber mengatakan bahwa perusahaan penyulingan minyak milik negara India telah membeli sekitar 20 juta barel minyak Rusia dari para pedagang hingga saat ini.
Menurut data yang diperoleh dari sumber industri, HPCL dan MRPL terakhir kali menerima minyak Rusia pada bulan November.
- Konflik AS-Iran
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Lebaran Anak Yatim, Tradisi Berbagi Kebahagiaan Masyarakat Lataling Simeulue
-
Berhasil Diselamatkan, Kopilot Jet AS Dilarikan dari Iran ke Kuwait untuk Perawatan
-
Menkeu Jamin Anggaran Negara Aman meski Pemerintah Lakukan Efisiensi
-
Jenazah Awak Kapal Thailand Ditemukan Dekat Selat Hormuz
-
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak di Bakauheni, Ribuan Kendaraan Padati Pelabuhan H+7
-
Krisis Energi Global: IEA Sebut Dampaknya Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970-an
-
Demi Keselamatan Pejalan Kaki, Pemprov DKI Bangun 5 Titik Zebra Cross di Tebet
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.