Bukan Sekadar Panel Surya! Mahasiswa USK 'Sihir' Desa Pasca-Bencana Jadi Canggih Berbasis IoT
Jumat, 06 Mar 2026, 01:45 WIBBANDA ACEH -Â Semangat pemulihan pasca-bencana di Desa Mesjid Tuha, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, kini menemukan tumpuan baru melalui sentuhan teknologi.Â
Kolaborasi mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) bersama pemerintah daerah setempat berhasil menghadirkan sistem panel surya terintegrasi Internet of Things (IoT) untuk menjamin ketahanan energi dan akses air bersih warga. Melalui inisiatif bertajuk "Bangkit", desa ini kini bertransformasi menjadi percontohan pemukiman tangguh bencana yang mandiri secara digital maupun ekonomi.
"Inovasi ini untuk menjawab tantangan transisi energi hijau dan ketahanan infrastruktur di daerah rawan bencana," kata Ketua Tim Mahasiswa Berdampak USK, Yuraddin di Pidie Jaya, Kamis.
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui "Program Mahasiswa Berdampak". Tim ini mengimplementasikan inisiatif bertajuk Basis Alternatif Nir-emisi Guna Ketahanan Infrastruktur Terbarukan (Bangkit)) untuk menyulap Desa Mesjid Tuha, Kecamatan Meureudu menjadi percontohan desa cerdas mandiri energi.
Ia menyampaikan inisiatif Bangkit didesain secara holistik untuk memastikan ketersediaan energi, air bersih, hingga kebangkitan ekonomi warga desa pasca-bencana.
Dalam pelaksanaannya, proyek pengabdian ini bertumpu pada empat pilar utama, yakni kemandirian air bersih berbasis internet of things (IoT), menghadirkan sistem filtrasi reverse osmosis (RO) bertenaga panel surya.
"Sistem ini dibekali sensor IoT yang terintegrasi dengan website desa, sehingga warga, khususnya pemuda setempat dapat memantau cadangan air secara real time," ujarnya.
Kemudian, kata Yuraddin, mitigasi bencana kelistrikan, yaitu edukasi dan inspeksi keamanan instalasi listrik di rumah-rumah warga untuk mencegah risiko korsleting lanjutan.
Pilar ketiga, transformasi digital UMKM desa, yakni berupa pelatihan pemasaran digital (upskilling) bagi kelompok ibu PKK pelaku UMKM guna mendongkrak kemandirian ekonomi secara online.
Terakhir, pemulihan hunian warga, dengan aksi gotong-royong memulihkan area pemukiman warga agar lingkungan kembali aman dan layak huni.
Yuraddin menjelaskan inovasi ini dirancang agar desa tidak lagi lumpuh saat krisis terjadi. Mereka ingin membuktikan bahwa inovasi seperti panel surya dan IoT bisa diimplementasikan langsung untuk menyelamatkan fasilitas vital desa.
"Ini adalah langkah kecil dari Aceh untuk ketahanan infrastruktur yang berkelanjutan," katanya.
Sementara itu, Keuchik (Kepala Desa) Gampong Mesjid Tuha Dedy Kuesnedy mengapresiasi dan menyambut baik atas inisiatif mahasiswa USK yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat setempat.
"Pasca-bencana ini, kami memang sangat membutuhkan sinergi berupa ide, tenaga, dan pikiran. Kehadiran program di Desa Mesjid Tuha membantu memulihkan keadaan dan membuat warga kami kembali semangat untuk bangkit," kata Dedy.
Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Kominfotik Kabupaten Pidie Jaya Saifuddin menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung inovasi berkelanjutan.
Pemerintah Pidie Jaya mengapresiasi terobosan mahasiswa USK ini, dengan kolaborasi pemanfaatan energi terbarukan dan digitalisasi ini sejalan dengan visi membangun desa cerdas dan tangguh bencana.
- energi terbarukan
- panel surya
- universitas syiah kuala
- usk banda aceh
- pidie jaya
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Pelajaran Grooming dari Sebuah Catatan Broken Strings
-
Grab Tutup GVV Batch 8, Lima Startup Hadirkan Solusi Teknologi Berkelanjutan
-
69 Titik Gerakan Pangan Murah di Kepri, Pemprov Pastikan Akses Pangan Terjangkau untuk Warga
-
Xi Jinping ke Trump: Isu Taiwan Adalah Hal Sensitif Dalam Hubungan Tiongkok-AS
-
Duka di Big Apple: 14 Orang Tewas Akibat Musim Dingin Ekstrem di New York
-
Industri Butuh, SDM Belum Siap: Ini Solusi dari Kemnaker
-
Transformasi energi baru terbarukan di Palu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.