Swiatek dan Gauff Puji Mentalitas Alysa Liu Usai Comeback Sensasional
Kamis, 05 Mar 2026, 09:15 WIBINDIAN WELLS, CALIFORNIA â Dua bintang tenis dunia, Iga Swiatek dan Coco Gauff, mengaku terinspirasi oleh perjalanan luar biasa atlet seluncur indah Amerika Serikat, Alysa Liu. Dari pensiun dini akibat burnout (kelelahan mental) hingga kembali merebut emas Olimpiade, kisah Liu dinilai sebagai bukti kekuatan mental seorang atlet elite.
Liu sempat mengejutkan dunia ketika memutuskan pensiun pada usia 16 tahun setelah tampil di Olimpiade Beijing 2022. Ia secara terbuka mengaku mengalami kelelahan mental. Namun, dunia kembali dibuat takjub ketika Liu bangkit dan tampil gemilang di Olimpiade Milano-Cortina bulan lalu, sekaligus mengakhiri puasa 20 tahun medali emas Amerika Serikat di nomor tunggal putri.
âSaya rasa apa yang terjadi di dunia figure skating sangat menarik, terutama dari sudut pandang psikologis,â ujar Swiatek, petenis nomor dua dunia, kepada wartawan jelang turnamen Indian Wells Open, Rabu (4/3) waktu setempat.
Swiatek menilai perubahan pendekatan Liu menjadi kunci kebangkitannya. Setelah kembali ke arena pada tahun 2024, Liu mengambil kendali kreatif atas pilihan musik, program, dan kostumnya. Ia tampil lebih bebas dan autentik, bahkan sukses merebut gelar juara dunia di Boston tahun lalu.
âSaya melihat Liu menang setelah sebelumnya mengalami burnout dan harus berhenti. Sekarang dia tampak melakukan semuanya untuk bersenang-senang dan menunjukkan kemampuan luar biasanya dengan cara yang membuatnya bahagia,â kata Swiatek. âSaya belum pernah berbicara dengannya, tetapi kisah itu sangat menginspirasi. Akan saya ingat lama.â
Gauff, yang kini menghuni peringkat empat dunia, juga merasakan kedekatan emosional dengan perjalanan Liu. Ia mengingat bagaimana dirinya melesat ke panggung utama saat masih berusia 15 tahun sebagai kualifikasi di Wimbledon Championships 2019.
âSaya rasa keseluruhan ceritanya sangat menginspirasi dan saya bisa sangat memahami situasinya sebagai seseorang yang masuk ke olahraga ini di usia sangat muda,â ujar Gauff.
Meski mengaku belum pernah mengalami burnout, Gauff memahami tekanan mental yang bisa datang sewaktu-waktu. âAda kalanya Anda lelah secara mental dan merasa melakukan sesuatu tanpa benar-benar tahu alasannya,â tuturnya.
Menurut Gauff, keberanian Liu untuk menyuarakan apa yang kerap dipendam atlet lain menjadi poin penting. âSaya senang melihatnya menjadi suara bagi hal-hal yang sering dipikirkan atlet tetapi mungkin takut untuk diungkapkan.â
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Risiko Memaksakan Diri Berolahraga setelah Beribadah Puasa
-
Apindo Papua Gerakkan UMKM, Dorong Ekonomi Bumi Cenderawasih Lewat Ekosistem Usaha Baru
-
Cuaca Jakarta Diprakirakan Hujan Sejak Sore hingga Malam
-
Benarkah Orangtua Dapat Bergantung pada PP Tunas agar Anak Tak Gila Gadget
-
Dishub Ambon Tingkatkan Patroli Berantas Parkir dan Juru Parkir Liar
-
Polri Bangun Laboratorium Sosial Sains Kepolisian di Semarang
-
Antonelli Pimpin Dominasi Mercedes di Suzuka, Verstappen Terpuruk di Kualifikasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.