Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Klaim Purbaya: APBN Tahan Guncangan Konflik Timur Tengah, RI Tetap Kuat

📅 Selasa, 03 Mar 2026, 22:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Klaim Purbaya: APBN Tahan Guncangan Konflik Timur Tengah, RI Tetap Kuat Doc: ANTARA/ Imamatul Silfia
Ket. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta.

JAKARTA – Mengendalikan kebijakan fiskal Indonesia menjadi sangat penting di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran karena dinamika geopolitik ini terus mendorong kenaikan harga minyak global dan volatilitas pasar keuangan yang berdampak pada struktur APBN.

Kenaikan harga minyak dapat memperbesar beban subsidi energi dan memperlebar defisit anggaran negara jika tidak diantisipasi dengan skenario fiskal kontinjensi yang tepat.

Selain itu, risiko pelemahan nilai tukar rupiah dan cost push inflation yang dipicu oleh lonjakan harga energi dapat menambah tekanan pada belanja pemerintah, terutama untuk subsidi dan pelayanan publik.

Dalam konteks ini, mempertahankan disiplin fiskal, menjaga defisit dalam koridor yang kredibel, dan mengelola utang secara hati-hati dapat membantu mempertahankan kepercayaan investor serta menjaga ruang manuver kebijakan untuk merespons guncangan eksternal yang berkelanjutan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan gejolak geopolitik global belum mengganggu stabilitas keuangan Indonesia secara signifikan.

Hal ini disampaikan Purbaya sebelum melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3). Ia menyebut dampak dari konflik Amerika Serikat dengan Iran akan terlihat pertama kali dari sektor ekspor dan harga minyak dunia.

Menurutnya, pemerintah telah menghitung berbagai skenario lonjakan harga minyak. Bahkan jika harga minyak menembus hingga 92 dolar AS per barel, anggaran negara masih dapat dikendalikan.

"Saya sudah hitung (harga minyak mentah) sampai 92 (dolar AS per barel) pun kita masih bisa kendalikan anggaran, jadi enggak ada masalah," kata Purbaya.

Purbaya menegaskan tidak ada kekhawatiran berlebihan terkait kondisi tersebut, karena pemerintah memiliki ruang untuk melakukan penyesuaian kebijakan fiskal.

Terkait kemungkinan memburuknya situasi, termasuk jika terjadi gangguan jalur distribusi seperti penutupan Selat Hormuz yang berdampak pada impor minyak, Purbaya mengakui harga impor dapat meningkat dan berpotensi menekan defisit anggaran.

Namun, pemerintah akan melakukan antisipasi dengan memperkuat penerimaan negara, khususnya dari pajak dan kepabeanan.

"Kita pastikan aja pertama tax collection kita, pengumpulan pajak kita sama Bea Cukai enggak ada yang bocor. Itu sudah mengurangi tekanan ke defisit," ujarnya.

Ia menambahkan, setelah memastikan penerimaan optimal, pemerintah akan menghitung dampak lanjutan dan menentukan langkah tambahan bila diperlukan.

Purbaya optimistis ekonomi nasional tetap solid selama permintaan domestik yang berkontribusi sekitar 90 persen terhadap perekonomian tetap terjaga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Ekonomi
AirNav Indonesia Perkuat Ko...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.