Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Diprediksi Volatile Pekan Ini Dipicu Naiknya Risiko Geopolitik

📅 Senin, 02 Mar 2026, 08:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Diprediksi Volatile Pekan Ini Dipicu Naiknya Risiko Geopolitik Doc: ANTARA
Ket. Pengunjung mengambil gambar layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Kamis (26/6/2025).

JAKARTA - Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak volatile dengan kecenderungan konsolidasi pada pekan ini, akibat meningkatnya risiko geopolitik di tingkat global.

"IHSG pekan ini berpotensi bergerak volatile dengan kecenderungan konsolidasi dengan support di 8.031 dan resistance di 8.437," ujar Imam sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Imam mengatakan eskalasi konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) serta ketegangan di kawasan Asia Selatan meningkatkan premi risiko global, terutama seiring berkembangnya situasi di sekitar Selat Hormuz yang merupakan jalur vital distribusi energi dunia.

"Ketidakpastian ini berpotensi mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan harga komoditas energi, yang biasanya memicu rotasi dana ke aset safe haven dan menekan arus modal ke emerging markets, termasuk Indonesia," ujar Imam.

Namun demikian, bagi IHSG, Ia mengatakan kenaikan harga minyak dan batu bara justru dapat menjadi penopang sektor energi dan pertambangan, terutama apabila harga komoditas bertahan tinggi.

Menurut dia, Indonesia sebagai eksportir batu bara dan sejumlah komoditas energi, berpotensi diuntungkan dari sisi peningkatan harga jual rata-rata (ASP) dan potensi perbaikan margin emiten sektor terkait.

"Dalam kondisi global yang tidak pasti, saham berbasis komoditas sering kali menjadi proxy lindung nilai terhadap risiko geopolitik dan inflasi global," ujar Imam.

Di sisi lain, apabila eskalasi konflik menyebabkan lonjakan harga energi yang terlalu tajam dan berkepanjangan, Ia menyebut risiko inflasi global dan tekanan nilai tukar Rupiah dapat meningkat.

Ia melanjutkan kenaikan harga minyak yang signifikan berpotensi memperbesar tekanan pada neraca transaksi berjalan melalui kenaikan nilai impor migas, sekaligus meningkatkan volatilitas Rupiah.

"Jika rupiah melemah dan imbal hasil obligasi global naik maka volatilitas IHSG bisa meningkat karena investor asing cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko," ujar Iman.

Dengan demikian, dalam jangka pendek, Ia menyimpulkan arah pergerakan IHSG sangat bergantung pada apakah kenaikan harga energi bersifat terkendali dan suportif bagi emiten komoditas, atau justru berubah menjadi shock inflasi yang menekan stabilitas makro.

Imam menjelaskan, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, bersamaan dengan kebijakan perdagangan AS yang terus berubah, ditambah lembaga pemeringkat kredit memperingatkan tekanan fiskal yang meningkat di Indonesia.

"Kombinasi isu ini menciptakan kondisi kehati-hatian di pasar keuangan global hingga pasar domestik," ujar Imam.

Konsekuensi dari eskalasi di Timur Tengah terasa secara ekonomi global melalui perkembangan di jalur pelayaran strategis Selat Hormuz, yang merupakan rute transit penting bagi sekitar 20-25 persen pasokan minyak mentah dan LNG dunia setiap harinya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
TENIS

Jalur Berat Menanti Alcaraz

39 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Jalur Berat Menanti Alcaraz
Daerah
Teknologi Pintar Dorong Kem...

Andrew Garfield Berhenti Menggunakan ChatGPT

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Andrew Garfield Berhenti Me...

George Clooney akan Membuka Restoran Italia di Prancis.

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
George Clooney akan Membuka...

Kabut Asap Selimuti Singapura

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Luar Negeri
Kabut Asap Selimuti Singapura
Daerah
Kabut Asap Pekat Masih Meny...
Megapolitan
Digitalisasi Posyandu Mulai...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.