- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Mengklaim Khamenei T...
Trump Mengklaim Khamenei Tewas, Iran Bantah
Minggu, 01 Mar 2026, 05:30 WIBWASHINGTON DC - Para pejabat Israel dan Presiden Amerika Serikst Donald Trump mengklaim bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah meninggal setelah serangan Israel-AS terhadap Iran.
Trump menulis dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya bahwa Khamenei yang berusia 86 tahun tewas dalam serangan gabungan AS-Israel, yang dimulai pada Sabtu (28/2) pagi.
Iran membantah pembunuhan tersebut, dengan media semi-resmi mengatakan bahwa ia "tetap teguh" dalam memimpin di lapangan.
Dari Al Jazeera, Trump menyampaikan klaim tersebut dalam sebuah unggahan di Truth Social di mana dia mengulangi pesan sebelumnya bahwa ini adalah "kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka".
Trump menulis,Â
"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati. Ini bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi semua warga Amerika yang hebat, dan orang-orang dari banyak negara di seluruh dunia, yang telah dibunuh atau dimutilasi oleh Khamenei dan geng preman haus darahnya. Dia tidak dapat menghindari intelijen dan sistem pelacakan kami yang sangat canggih dan, bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada yang dapat dia, atau para pemimpin lain yang telah terbunuh bersamanya, lakukan. Ini adalah kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka. Kami mendengar bahwa banyak dari IRGC, militer, dan pasukan keamanan dan kepolisian lainnya, tidak lagi ingin berperang, dan mencari kekebalan dari kami. Seperti yang saya katakan tadi malam, "Sekarang mereka bisa mendapatkan kekebalan, nanti mereka hanya akan mendapatkan kematian!" Mudah-mudahan, IRGC dan Kepolisian akan bergabung secara damai dengan para patriot Iran, dan bekerja sama sebagai satu kesatuan untuk mengembalikan negara ini ke kejayaan yang layak didapatkannya. Proses itu akan segera dimulai karena, bukan hanya kematian Khamenei tetapi negara ini, hanya dalam satu hari, telah hancur dan bahkan luluh lantak. Namun, pemboman besar-besaran dan tepat sasaran akan terus berlanjut tanpa henti sepanjang minggu ini atau selama diperlukan untuk mencapai tujuan kita yaitu PERDAMAIAN DI SELURUH TIMUR TENGAH DAN, BAHKAN, DI SELURUH DUNIA!"Â
Pejabat lain yang diklaim telah tewas adalah menteri pertahanan Aziz Nasirzadeh, kepala biro militer pemimpin tertinggi, Mohammad Shirazi, kepala IRCG, Mohammad Pakpour, dan pejabat intelijen tinggi Saleh Asadi.
Namun, kantor berita Iran, Tasnim dan Mehr, melaporkan bahwa Khamenei tetap "teguh dan mantap dalam memimpin medan perang".
Dalam apa yang tampaknya merupakan tanggapan terhadap klaim tersebut, kepala humas di kantor Khamenei menuduh musuh-musuh negara itu melakukan âperang mentalâ.
âMusuh menggunakan perang mental; semua orang harus waspada,â kata pejabat itu seperti dikutip media pemerintah Iran.
Sejauh ini belum ada konfirmasi resmi dari Teheran mengenai pembunuhan Khamenei.
Sedangkan serangan balasan Iran menyebabkan kerusakan pada bandara Dubai. Rekaman yang beredar di media sosial, yang telah diverifikasi oleh Al Jazeera, menunjukkan kerusakan pada ruang tunggu penumpang Bandara Internasional Dubai setelah serangan Iran:
Sementara serangan AS-Israel di Iran dilaporkan juga telah menyebabkan sebuah sekolah hancur.Â
Kantor Berita Mizan, mengutip Kantor Kejaksaan Minab, melaporkan bahwa jumlah korban di sekolah dasar putri Shajareh Tayyebeh di Minab telah mencapai 108 orang.
- Konflik AS-Iran
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Berhasil Diselamatkan, Kopilot Jet AS Dilarikan dari Iran ke Kuwait untuk Perawatan
-
Menkeu Jamin Anggaran Negara Aman meski Pemerintah Lakukan Efisiensi
-
Demi Keselamatan Pejalan Kaki, Pemprov DKI Bangun 5 Titik Zebra Cross di Tebet
-
Lebaran Anak Yatim, Tradisi Berbagi Kebahagiaan Masyarakat Lataling Simeulue
-
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak di Bakauheni, Ribuan Kendaraan Padati Pelabuhan H+7
-
Jenazah Awak Kapal Thailand Ditemukan Dekat Selat Hormuz
-
Krisis Energi Global: IEA Sebut Dampaknya Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970-an
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.