Ramadhan Fair di Pasar Apung, Jurus Pemkot Ambon Dongkrak Perputaran Uang

Sabtu, 28 Feb 2026, 16:02 WIB

AMBON – Pemerintah Kota Ambon lewat Dinas Perhubungan punya cara seru buat meramaikan Ramadan tahun ini. Area parkir bekas Pasar Apung disulap jadi lokasi Ramadhan Fair selama bulan suci 1447 Hijriah.

Tempat yang biasanya dipakai kendaraan itu kini berubah jadi ruang kumpul warga, lengkap dengan deretan lapak kuliner dan produk UMKM.

Ket. Foto: Penjabat Kepala UPTD Parkir Dishub Kota Ambon, Gino Pattiasina. — Sumber: ANTARA/ HO-Pemkot Ambon)

Ramadhan Fair ini bukan sekadar ajang berburu takjil atau cari baju lebaran. Lebih dari itu, kegiatan ini jadi upaya mendorong perputaran uang di tingkat lokal menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.

Pedagang kecil dapat ruang berjualan yang lebih tertata, sementara warga punya alternatif tempat belanja yang nyaman dan terpusat.

Dengan memanfaatkan ruang publik yang ada, Pemkot Ambon mencoba bikin Ramadan terasa lebih hidup sekaligus produktif—ramai pembeli, senang pedagang, dan ekonomi kota ikut bergerak.

“Ide dan inovasi ini memberikan kesempatan kepada masyarakat dalam membantu perputaran roda ekonomi. Pedagang bisa mendapatkan keuntungan dan masyarakat juga bisa berbelanja memenuhi kebutuhan,” kata Penjabat Kepala UPTD Parkir Dishub Kota Ambon Gino Pattiasina di Ambon, Sabtu (28/2).

Kegiatan yang berlangsung selama satu bulan itu memanfaatkan lahan parkir bekas Pasar Apung yangbelum optimal penggunaannya. Ramadhan Fair diisi oleh pedagang sembako, kuliner, hingga fesyen.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut merupakaninovasi untuk memberi ruang usaha bagi masyarakat sekaligus memudahkan warga memenuhi kebutuhan Ramadhan.

Ia menegaskan lokasi parkiran bekasPasar Apung tidak sepenuhnya dialihfungsikan menjadi tempat berdagang. Area tersebut tetap diperuntukkan bagi kendaraan roda dua, meskipun selama ini kerap sepi karena jaraknya cukup jauh dari Pasar Mardika dan Pasar Arumbae.

“Tempat ini tidak dialihkan sebagai tempat berdagang, tetapi kita memanfaatkan dari pada tidak maksimal karena jaraknya yang jauh dari Pasar Mardika dan Arumbae. Selama penertiban, masyarakat juga keberatan parkir di situ karena jaraknya,” ujarnya.

Menurut dia, selain mendorong ekonomi warga, kegiatan tersebut juga berdampak pada peningkatan pendapatan daerah melalui retribusi parkir, retribusi pedagang, hingga retribusi sampah.

“Khusus untuk retribusi parkir menggunakan sistem non tunai lewat mesin m-pos dan langsung masuk ke kas daerah Kota Ambon,” katanya menjelaskan.

Gino menambahkan, area parkir eks Pasar Apung dengan panjang sekitar 100 meter itumenampung maksimal 30 pedagang selama pelaksanaan Ramadhan Fair.

Ia berharap kegiatan ini d dapat menjadi alternatif pusat belanja Ramadhan sekaligus menggerakkan ekonomi warga secara tertib dan terorganisasi.

  • pemkot ambon
  • Ramadhan Fair

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.