Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia dan Jepang Sepakat Perkuat Stabilitas Rantai Pasok Kawasan

📅 Sabtu, 28 Feb 2026, 11:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia dan Jepang Sepakat Perkuat Stabilitas Rantai Pasok Kawasan Doc: Kemlu RI
Ket. Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Arrmanatha C. Nasir bersama Wakil Menteri Luar Negeri Jepang, Akahori Takeshi dalam rangka pertemuan Second Indonesia-Japan Cooperation Dialogue (IJCD) di Kementerian Luar Negeri, Jumat (27/2/2026).

JAKARTA - Indonesia dan Jepang kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat kemitraan ekonomi strategis serta memperkuat stabilitas ranti pasok kawasan melalui pelaksanaan Second Indonesia-Japan Cooperation Dialogue (IJCD).

Kemlu menyampaikan bahwa pertemuan IJCD yang berlangsung di Kementerian Luar Negeri, Jumat, dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Arrmanatha C. Nasir dan Wakil Menteri Luar Negeri Jepang, Akahori Takeshi.

“Dalam pertemuan kedua pihak sepakat memperkuat stabilitas rantai pasok kawasan dan mendorong kolaborasi pada sektor-sektor masa depan, termasuk energi bersih, ekonomi digital, dan pembangunan infrastruktur strategis,” menurut isi pernyataan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Langkah tersebut dinilai Kemlu krusial untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang tangguh dan adaptif di tengah ketidakpastian global.

Dalam dialog tersebut, kedua pihak menegaskan komitmen untuk memperkuat sinergi pada sektor-sektor prioritas, meliputi perdagangan, investasi, transisi energi, ekonomi maritim, serta pengembangan industri strategis.

Jepang dipandang sebagai mitra kunci Indonesia dalam mendukung agenda transformasi ekonomi Indonesia melalui investasi berkualitas, hilirisasi industri, serta kerja sama pembangunan yang berkelanjutan.

Indonesia dan Jepang juga menggarisbawahi pentingnya kerja sama di bidang emerging technologies untuk memperkuat daya saing, inovasi, serta memastikan ketahanan ekonomi di tengah disrupsi global yang semakin cepat.

Pertemuan juga menegaskan tekad kedua negara untuk membangun kemitraan ekonomi yang semakin kokoh, inklusif, dan berorientasi masa depan—tidak hanya demi kepentingan nasional masing-masing, tetapi juga untuk mendukung stabilitas dan kemakmuran kawasan Indo-Pasifik.

Adapun IJCD pertama diselenggarakan di Tokyo pada tahun 2021. Pertemuan ke-2 ini, merupakan tindak lanjut pertemuan 2+2 Luar Negeri dan Menteri Pertahanan kedua negara, November 2025.

“Pertemuan ini menjadi momentum penting memperdalam arah kerja sama kedua negara di tengah dinamika geo-ekonomi global yang semakin kompleks,” tulis Kemlu.

Hubungan diplomatik Indonesia-Jepang yang terjalin sejak 1958 terus menunjukkan tren peningkatan signifikan, dari Strategic Partnership for Peaceful and Prosperous Future pada 2006 hingga meningkat menjadi Comprehensive Strategic Partnership pada 2023.

Secara ekonomi, Jepang tetap menjadi salah satu mitra utama Indonesia, dengan total perdagangan bilateral mencapai 32,07 miliar dolar AS pada 2025 dan realisasi investasi sebesar 3,1 miliar dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.