Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pelonggaran Likuiditas Beri Ruang Bank Pacu Pertumbuhan Kredit

📅 Jumat, 27 Feb 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pelonggaran Likuiditas Beri Ruang Bank Pacu Pertumbuhan Kredit Doc: antara
Ket. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa pekan lalu memutuskan memperpanjang penempatan dana pemerintah sebesar 200 triliun rupiah di perbankan hingga September 2026.

JAKARTA - Perpanjangan masa penempatan dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) milik Pemerintah sebesar 200 triliun rupiah di bank-bank milik negara (Himbara) semestinya berdampak positif pada penurunan suku bunga kredit, sehingga bisa mendorong penyaluran kredit tumbuh dua digit. 

Demikian kesimpulan pendapat Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro dan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae yang disampaikan secara terpisah di Jakarta.

Penempatan SAL di bank-bank anggota Himbara jelas Andry pada dasarnya bisa meredakan tensi perebutan likuiditas, terutama di antara bank-bank besar, apalagi permintaan likuiditas akan meningkat menjelang Lebaran atau perayaan besar lainnya.

Ketika tensi perebutan likuiditas mereda, maka itu akan berdampak pada penurunan suku bunga dana, yang kemudian dapat mendorong penurunan suku bunga kredit. Tren historis menunjukkan bahwa margin bunga bersih atau Net Interest Margin (NIM) bank secara bertahap sudah mulai menurun sehingga suku bunga kredit kemungkinan akan menyesuaikan.

“Tapi mungkin, bayangan saya, (penurunan bunga kredit) tidak akan sebesar penurunan BI-Rate karena ada inelasticity-nya,” katanya.

Terkait pertumbuhan kredit, pelonggaran likuiditas melalui penempatan dana SAL juga diyakini dapat memberikan ruang bagi bank untuk kembali mendorong pertumbuhan kredit.

Adapun pertumbuhan kredit industri perbankan pada tahun ini diperkirakan berada di kisaran high single digit hingga low double digit, yaitu sekitar 9-11 persen, menurut proyeksi tim ekonom Bank Mandiri.

Sementara itu, Dian Ediana Rae menilai perpanjangan periode penempatan dana pemerintah 200 triliun rupiah di perbankan selama enam bulan ke depan bisa mendorong pertumbuhan kredit hingga dua digit. Sebab, kas SAL yang ditempatkan hingga September 2026 itu dinilai memperkuat likuiditas perbankan sekaligus menekan tingkat suku bunga.

“Harapan kita kan target POJK di atas 10 persen, ya 10-12 (persen) ya kira-kira dan kalau kita lihat tanda-tandanya kemarin di bulan lalu itu jelas kenaikan kredit cukup lumayan,” kata Dian usai acara The 2 Indonesia Climate Banking Forum di Jakarta, Kamis.

Peningkatan keyakinan konsumen paparnya turut mendorong permintaan kredit, terutama dari sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Intinya bahwa itu sudah ada sedikit spike, dan ini harapan kita adalah dengan keyakinan konsumen yang semakin meningkat nanti mudah-mudahan juga mendorong UMKM untuk bergerak lagi,” tambahnya.

Sebagai catatan, pertumbuhan kredit tercatat sebesar 9,96 persen secara tahunan (yoy) pada Januari 2026. Sementara pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) mencapai 13,5 persen dan pertumbuhan uang primer (M0) sebesar 11,7 persen per Februari 2026.

Dian menjelaskan, pembiayaan perbankan khususnya ke sektor UMKM, tidak cukup berjalan optimal hanya dalam waktu enam bulan karena proyek pembiayaan umumnya bersifat tahunan.

Oleh sebab itu, perpanjangan kebijakan dinilai memberi ruang yang lebih memadai bagi perbankan untuk menyalurkan kredit, khususnya ke sektor UMKM.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.