Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB: 6,5 Juta Warga Somalia Terancam Kelaparan

📅 Kamis, 26 Feb 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
PBB: 6,5 Juta Warga Somalia Terancam Kelaparan Doc: AFP/Tony KARUMBA
Ket. Seorang petani membawa jerigen air untuk mengairi kebun jeruk dan pepaya di pertaniannya di Desa Lallays, yang dilanda kekeringan parah di dekat Hargeisa.

MOGADISHU — Sekitar 6,5 juta orang di Somalia menghadapi kelaparan akut akibat kekeringan, demikian disampaikan pemerintah dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (24/2), sekaligus membunyikan peringatan beberapa hari setelah badan pangan PBB memperingatkan bahwa bantuan makanan dapat terhenti pada April tanpa adanya pendanaan baru.

Dikutip dari The Straits Times, Somalia menetapkan status darurat kekeringan nasional pada November setelah bertahun-tahun mengalami gagal musim hujan, dan sejumlah negara lain di kawasan tersebut juga terdampak.

Lebih dari sepertiga warga yang mengalami malnutrisi akut adalah anak-anak, menurut pernyataan bersama pemerintah Somalia dan PBB di Somalia. Krisis ini memaksa puluhan ribu orang meninggalkan rumah mereka, dengan banyak di antaranya memadati kamp pengungsian di Mogadishu dan kota-kota lainnya.

“Kekeringan ini semakin memburuk secara mengkhawatirkan, dengan harga air melonjak, pasokan pangan terbatas, ternak mati, dan pendanaan kemanusiaan yang sangat minim,” kata Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Somalia, George Conway, dalam sebuah pernyataan.

Hawo Abdi mengatakan ia kehilangan dua anaknya akibat penyakit setelah kekeringan menghancurkan kampung halamannya di wilayah Bay, Somalia.

“Ketika saya melihat penderitaan semakin parah, saya meninggalkan rumah dan datang ke Mogadishu,” katanya kepada Reuters dari tempat penampungannya di pinggiran ibu kota.

Peningkatan Tajam

Pekan lalu, Program Pangan Dunia (WFP) PBB memperkirakan jumlah warga yang menghadapi kelaparan akut mencapai 4,4 juta orang, dan menyebut bantuan yang diberikan telah dikurangi menjadi sedikit di atas 600.000 orang dari sebelumnya 2,2 juta orang pada awal tahun ini.

Belum jelas apakah angka terbaru tersebut mencerminkan peningkatan tajam jumlah warga berisiko atau perbedaan metode penghitungan.

Data pemerintah dan PBB tersebut sejalan dengan angka yang juga dirilis Selasa oleh Integrated Food Security Phase Classification (IPC), lembaga yang menjadi standar global dalam menentukan tingkat keparahan krisis pangan.

Meskipun musim hujan April hingga Juni berpotensi memberikan sedikit kelegaan, sekitar 5,5 juta orang diperkirakan tetap berada pada tingkat krisis atau lebih buruk, dengan 1,6 juta orang berada pada tingkat darurat, menurut pernyataan tersebut.

Abdiyo Ali terpaksa meninggalkan lahan pertaniannya di wilayah Lower Shabelle.

“Ladang kami hancur, ternak kami mati, dan sumber air menjadi sangat jauh. Kami tidak memiliki apa pun lagi untuk dibawa,” ujar Ali kepada Reuters pekan lalu saat menyiapkan makanan di kamp pengungsian di luar Mogadishu.

Lembaga kemanusiaan internasional, seperti PBB dan WFP, memperingatkan bahwa tanpa tambahan pendanaan darurat, bantuan pangan berisiko semakin berkurang dalam beberapa bulan ke depan. Kondisi tersebut dikhawatirkan memperparah tingkat malnutrisi, terutama pada anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
UMKM

Akses Pasar Seret, Pengembangan UMKM Tersendat

14 menit yang lalu | Muchamad Ismail

Ekonomi
Akses Pasar Seret, Pengemba...
Ekonomi
Regulasi Ojol Masuk Babak B...
Ekonomi
BI Tahan Bunga 5,75 Persen,...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.