- Home
-
- Luar Negeri
-
- Intelijen AS Bantu Operasi...
Intelijen AS Bantu Operasi Anti-Kartel di Meksiko
Selasa, 24 Feb 2026, 01:00 WIBWashington â Gedung Putih pada Minggu (22/2), memastikan bahwa Amerika Serikat (AS) memberikan dukungan intelijen kepada pemerintah Meksiko dalam operasi militer besar yang berujung pada tewasnya pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), salah satu organisasi narkotika paling berpengaruh di kawasan Amerika Latin.
Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan dukungan tersebut diberikan sebagai bagian dari kerja sama keamanan antara kedua negara dalam menghadapi ancaman perdagangan narkotika lintas batas.
"Amerika Serikat memberikan dukungan intelijen kepada pemerintah Meksiko untuk membantu operasi di Tapalpa, Jalisco, Meksiko, di mana Nemesio âEl Menchoâ Oseguera Cervantes, seorang gembong narkoba terkenal dan pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco, telah dilenyapkan," kata Leavitt melalui platform X.
Dikutip dari Antara, Leavitt menegaskan bahwa âEl Menchoâ merupakan "target utama" bagi Meksiko dan AS karena perannya sebagai salah satu penyelundup fentanyl terbesar ke wilayah AS. Ia juga menyebut bahwa Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah menetapkan CJNG sebagai organisasi teroris asing pada tahun lalu.
"Dalam operasi ini, tiga anggota kartel lainnya tewas, tiga terluka, dan dua ditangkap," katanya, seraya memuji militer Meksiko atas kerja sama dan keberhasilan pelaksanaan operasi tersebut.
Dukungan serupa juga disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Landau yang sebelumnya menjabat sebagai duta besar untuk Meksiko. Ia menyebut operasi tersebut sebagai "perkembangan besar" bagi stabilitas keamanan Meksiko, AS, dan kawasan Amerika Latin secara luas.
Namun, tewasnya El Mencho memicu respons kekerasan yang cepat di sejumlah wilayah. Laporan setempat menyebut adanya blokade jalan, pembakaran kendaraan, serta bentrokan bersenjata di beberapa negara bagian basis operasi CJNG, termasuk Tamaulipas, Michoacan, dan Nayarit.
Situasi Terkendali
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum kemudian menyerukan ketenangan nasional. Pemerintah, kata dia, telah berkoordinasi erat dengan seluruh pemerintah daerah guna memastikan situasi tetap terkendali dan masyarakat memperoleh informasi yang akurat.
Pada Senin (23/2), Sheinbaum kembali meminta warga tetap tenang menyusul operasi militer tersebut.
"Ada koordinasi penuh dengan pemerintah semua negara bagian; kita harus tetap terinformasi dan tenang," kata Sheinbaum di platform X, seraya menambahkan aktivitas masyarakat masih berjalan normal di sebagian besar wilayah negara itu.
Ia mengakui adanya kerusuhan pasca-operasi dan merujuk laporan Kementerian Pertahanan mengenai "berbagai blokade dan reaksi lain." Sheinbaum menegaskan, "Kami bekerja setiap hari demi perdamaian, keamanan, keadilan, dan kesejahteraan Meksiko."
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.