Wagub Rano Karno: 97 Persen Program Jakarta Selesai dalam Setahun

Senin, 23 Feb 2026, 12:35 WIB

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno merefleksikan satu tahun masa kepemimpinannya bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dengan memaparkan capaian dan arah kebijakan pembangunan ke depan. Ia menyebut sebagian besar program prioritas yang dicanangkan pada awal masa jabatan telah terealisasi.

Menurut Rano, dari total 40 program quick win yang ditetapkan, sebanyak 97 persen telah berhasil diselesaikan dalam kurun waktu satu tahun. Capaian tersebut, kata dia, menjadi fondasi untuk memperkuat implementasi program pada tahun anggaran berjalan.

Ket. Foto: Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno merefleksikan satu tahun masa kepemimpinannya bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dengan memaparkan capaian dan arah kebijakan pembangunan ke depan. Ia menyebut sebagian besar program prioritas yang dicanangkan pada awal masa jabatan telah terealisasi. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

"Alhamdulillah, tanggal 20 Februari kemarin genap satu tahun kami menjalankan amanah memimpin Jakarta. Dalam kurun waktu tersebut, dari 40 program quick win yang kami canangkan, 97 persen sudah berhasil kami selesaikan," ungkapnya.

Ia menegaskan tahun ini merupakan fase penguatan agar setiap kebijakan yang dijalankan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disebut akan lebih fokus pada efektivitas pelaksanaan program di lapangan.

"Tahun ini adalah tahun penguatan program. Kami ingin memastikan setiap kebijakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Jakarta," ujarnya.

Rano mengakui masih terdapat tiga persoalan utama yang menjadi tantangan Ibu Kota, yakni banjir, kemacetan, dan kemiskinan kota. Ketiga isu tersebut dipastikan menjadi prioritas dalam perumusan strategi pembangunan yang berkelanjutan.

"Jakarta punya tiga persoalan besar, yaitu banjir, kemacetan, dan kemiskinan kota. Karena itu, seluruh strategi pembangunan kami arahkan untuk menjawab tiga tantangan tersebut secara bertahap dan berkelanjutan," jelasnya.

Dalam penanganan banjir, Pemprov DKI Jakarta akan melanjutkan normalisasi Sungai Ciliwung serta penataan kawasan bantaran sungai. Proses pembebasan lahan dan relokasi warga disebut akan dilaksanakan sesuai aturan dengan mengedepankan solusi hunian yang lebih layak.

"Normalisasi sungai harus dilanjutkan agar fungsi aliran air kembali optimal. Kami ingin penataan ini berjalan tertib, adil, dan memberikan solusi hunian yang lebih layak bagi masyarakat," tegasnya.

Di sektor transportasi, pemerintah provinsi memperluas konektivitas angkutan umum melalui pengembangan layanan Transjabodetabek. Strategi ini ditempuh untuk menekan kemacetan tanpa terus menambah pembangunan jalan baru yang terkendala keterbatasan lahan.

"Kami tidak bisa terus-menerus menambah jalan karena keterbatasan lahan. Karena itu, penguatan transportasi publik menjadi strategi utama untuk mengurai kemacetan," urainya.

Selain itu, kebijakan subsidi transportasi bagi 15 golongan masyarakat tetap dilanjutkan sebagai bentuk keberpihakan kepada kelompok rentan. Anggaran subsidi tersebut dinilai penting untuk memastikan akses mobilitas warga tetap terjangkau dan inklusif.

"Subsidi transportasi umum kami anggarkan cukup besar setiap tahun. Ini adalah komitmen kami agar akses mobilitas warga tetap terjangkau dan inklusif," tandasnya.

Rano juga menekankan pentingnya kebersamaan dan gotong royong dalam mendukung keberhasilan program pembangunan Jakarta. Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif menjaga dan membangun kota secara kolektif.

"Jakarta ini milik kita bersama. Yang bisa menjaga serta membangunnya adalah kita sendiri," pungkasnya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.