Terlanjur Menyebar, Angkatan Darat AS Hapus Foto-foto Rudal Hipersonik Dark Eagle yang Baru Dirilis

Senin, 23 Feb 2026, 00:04 WIB

WASHINGTON DC - Angkatan Darat Amerika Serikat sempat menerbitkan gambar resmi baru dari sistem senjata hipersonik Dark Eagle sebelum menghapusnya tanpa penjelasan, dan foto-foto tersebut dengan cepat menyebar secara online setelah dihapus.

Dari Defence Blog, gambar-gambar tersebut, yang dirilis dan kemudian ditarik kembali dalam waktu singkat, menunjukkan tampilan terbaru dari Senjata Hipersonik Jarak Jauh  atau Long Range Hypersonic Weapon (LRHW) Angkatan Darat, sebuah sistem serangan strategis yang diluncurkan menggunakan trailer dan sudah menjalani kegiatan pengujian di lapangan.

Ket. Foto: Sistem Dark Eagle dirancang untuk memberikan serangan cepat terhadap target yang sensitif terhadap waktu, termasuk infrastruktur militer bernilai tinggi yang dilindungi oleh pertahanan canggih. — Sumber: Istimewa

Insiden tersebut menarik perhatian karena sistem Dark Eagle mewakili salah satu kemampuan serangan jarak jauh tercanggih Angkatan Darat, yang dikembangkan untuk menyerang target yang dijaga ketat pada jarak yang sangat jauh. Penghapusan gambar yang tidak terduga tersebut telah memicu diskusi di antara pengamat pertahanan, meskipun para pejabat Angkatan Darat belum memberikan komentar publik tentang alasan penghapusan tersebut.

Sistem Dark Eagle, juga dikenal sebagai Senjata Hipersonik Jarak Jauh, menggunakan kendaraan luncur-dorong hipersonik yang mampu bergerak dengan kecepatan melebihi Mach 5 sambil bermanuver di dalam atmosfer Bumi. Tidak seperti rudal balistik tradisional yang mengikuti lintasan yang dapat diprediksi, kendaraan luncur-dorong hipersonik dapat mengubah jalur penerbangannya selama penurunan, sehingga mempersulit pencegatan oleh sistem pertahanan udara dan rudal yang ada.

Menurut informasi Angkatan Darat yang dirilis sebelumnya, sistem ini diluncurkan dari platform berbasis trailer bergerak, memungkinkan penyebaran di berbagai area operasional yang tersebar. Senjata ini dirancang untuk memberikan serangan cepat terhadap target yang sensitif terhadap waktu, termasuk infrastruktur militer bernilai tinggi yang dilindungi oleh pertahanan canggih.

Meskipun Angkatan Darat tidak memberikan pernyataan terkait penghapusan gambar tersebut, foto-foto itu beredar luas di media sosial dan komunitas daring yang berfokus pada pertahanan tak lama setelah publikasi awalnya. Gambar-gambar tersebut tampaknya menunjukkan komponen peluncur dan konfigurasi sistem yang terkait dengan persiapan pengerahan operasional.

Sistem Dark Eagle bukanlah hal baru bagi publik. Platform ini sebelumnya telah berpartisipasi dalam kegiatan pelatihan multinasional, termasuk Latihan Talisman Sabre 25, sebuah latihan militer bilateral besar antara Australia dan Amerika Serikat yang berfokus pada peperangan tingkat tinggi dan interoperabilitas sekutu. Kemunculannya selama latihan internasional menandakan semakin terintegrasinya kemampuan hipersonik ke dalam perencanaan operasional bersama.

Lockheed Martin bertindak sebagai kontraktor utama yang bertanggung jawab untuk mengembangkan komponen rudal hipersonik, sementara Angkatan Darat Amerika Serikat mengelola integrasi sistem, pengujian, dan kegiatan penyebaran. Program ini merupakan elemen sentral dari upaya modernisasi Angkatan Darat yang bertujuan untuk memperluas kemampuan tembakan presisi jarak jauh.

Data dari Kantor Akuntabilitas Pemerintah AS memperkirakan bahwa baterai Dark Eagle operasional pertama akan menelan biaya sekitar 2,7 miliar dolar AS, termasuk rudal dan peralatan terkait. Investasi ini mencerminkan kompleksitas teknologi hipersonik, yang menggabungkan propulsi roket, sistem panduan canggih, dan material tahan panas yang mampu menahan tekanan aerodinamis ekstrem selama penerbangan hipersonik.

Dalam praktik militer, senjata hipersonik dirancang untuk mengurangi waktu respons terhadap target-target penting dengan menggabungkan kecepatan, kemampuan manuver, dan fleksibilitas ketinggian. Kemampuannya untuk bergerak dengan kecepatan lebih dari lima kali kecepatan suara sambil bermanuver membuat deteksi, pelacakan, dan intersepsi lebih sulit dibandingkan dengan sistem rudal tradisional.

Sebelumnya, Angkatan Darat telah menekankan bahwa sistem hipersonik dimaksudkan untuk menyediakan opsi serangan cepat terhadap target prioritas tinggi di lingkungan yang rawan konflik. Platform peluncuran bergerak juga memungkinkan pasukan untuk memposisikan ulang peluncur, meningkatkan kemampuan bertahan hidup dan fleksibilitas operasional.

Publikasi singkat dan penghapusan gambar tersebut terjadi di tengah persaingan internasional yang lebih luas dalam pengembangan senjata hipersonik, karena banyak negara terus menguji dan mengerahkan kemampuan serupa. Citra publik yang terkait dengan sistem canggih sering kali dikontrol dengan ketat, terutama selama transisi dari fase pengujian ke fase pengoperasian.

Meskipun Angkatan Darat belum mengklarifikasi apakah penghapusan tersebut disebabkan oleh masalah keamanan operasional atau kesalahan administratif, penyebaran gambar yang cepat menunjukkan bagaimana rilis resmi dapat dengan cepat masuk ke peredaran publik setelah dipublikasikan secara online.

  • Rudal Hipersonik Dark Eagle

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.