Pengeditan Gen Mampu Turunkan Kolesterol Jahat dan Trigliserida
Senin, 23 Feb 2026, 06:22 WIBHASIL uji klinis Fase 1 pertama pada manusia yang dilakukan oleh para peneliti di Cleveland Clinic menunjukkan bahwa terapi pengeditan gen berbasis CRISPR-Cas9 yang diberikan melalui satu kali infus mampu secara aman menurunkan kadar kolesterol Low-Density Lipoprotein (LDL) yang kerap disebut sebagai kolesterol âjahatâ sekaligus menurunkan kadar trigliserida pada pasien dengan gangguan lipid yang tidak responsif terhadap terapi konvensional.
Temuan ini dipresentasikan dalam Sesi Ilmiah 2025 milik American Heart Association dan secara bersamaan dipublikasikan di jurnal medis bergengsi The New England Journal of Medicine. Publikasi di jurnal tersebut menandakan bahwa hasil penelitian telah melalui proses penelaahan ilmiah (peer review) yang ketat.
Dalam uji klinis awal yang melibatkan 15 pasien dewasa, para peneliti melaporkan bahwa kadar LDL dan trigliserida turun secara signifikan hanya dalam waktu dua minggu setelah terapi diberikan. Penurunan tersebut bertahan setidaknya selama 60 hari masa pemantauan awal, dengan observasi lanjutan yang masih berlangsung untuk memastikan keberlanjutan efek dan aspek keamanan jangka panjang. Selama periode pemantauan awal, tidak ditemukan efek samping serius yang berkaitan langsung dengan terapi.
âPengobatan ini masih berada pada tahap pengembangan awal, tetapi jika uji klinis berikutnya terus menunjukkan keamanan dan efektivitas yang konsisten, terapi ini berpotensi mengubah paradigma pengobatan gangguan lipid,â ujar ahli jantung Cleveland Clinic sekaligus penulis pertama studi tersebut, Luke Laffin, M.D.
Ia menambahkan bahwa pendekatan ini berpotensi menggantikan model terapi konvensional. âAlih-alih pasien harus mengonsumsi pil setiap hari atau menjalani suntikan rutin setiap bulan, terapi ini berpotensi menawarkan satu kali infus yang efeknya tahan lama,â jelasnya.
Beban Penyakit
Kolesterol LDL yang tinggi berkontribusi terhadap aterosklerosis kondisi ketika plak lemak menumpuk di dinding arteri. Penumpukan ini dapat mempersempit pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung maupun stroke. Data terbaru menunjukkan sekitar 26,4% orang dewasa di Amerika Serikat memiliki kadar LDL tinggi.
Sementara itu, trigliserida yang tinggi juga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Diperkirakan sekitar seperempat populasi dewasa di negara tersebut memiliki kadar trigliserida di atas batas normal. Kombinasi LDL dan trigliserida tinggi menjadikan pasien berisiko tinggi mengalami komplikasi jantung dan pembuluh darah.
Menurut penulis senior studi sekaligus Kepala Akademik Heart, Vascular & Thoracic Institute di Cleveland Clinic, Steven Nissen, M.D., tantangan besar dalam pengobatan kolesterol bukan hanya efektivitas obat, tetapi juga kepatuhan pasien.
âKepatuhan terhadap pengobatan merupakan masalah penting. Sekitar setengah dari pasien yang mendapatkan obat penurun kolesterol berhenti mengonsumsinya dalam waktu satu tahun,â ujarnya. Karena itu, terapi satu kali dengan efek jangka panjang berpotensi menjadi solusi signifikan.
Cara Kerja Terapi
Teknologi CRISPR-Cas9 dikenal sebagai alat pengeditan gen presisi yang memungkinkan ilmuwan memodifikasi bagian spesifik DNA untuk memperbaiki atau menonaktifkan gen tertentu. Dalam uji klinis ini, peneliti menguji kandidat terapi eksperimental bernama CTX310.
CTX310 dirancang untuk mengirimkan sistem pengeditan gen CRISPR langsung ke hati organ utama yang berperan dalam metabolisme lemak. Di sana, CRISPR menonaktifkan gen bernama ANGPTL3. Gen ini diketahui berperan dalam pengaturan kadar LDL dan trigliserida dalam darah.
Menariknya, penelitian genetik sebelumnya menunjukkan bahwa individu yang secara alami memiliki mutasi kehilangan fungsi pada gen ANGPTL3 cenderung memiliki kadar lipid lebih rendah dan risiko penyakit jantung yang lebih kecil. Pendekatan terapi ini pada dasarnya meniru kondisi genetik yang menguntungkan tersebut.
Desain Studi
Studi dilakukan antara Juni 2024 hingga Agustus 2025 di enam lokasi di Australia, Selandia Baru, dan Inggris Raya. Sebanyak 15 partisipan berusia 31 hingga 68 tahun dengan kadar LDL dan trigliserida tinggi yang tidak terkontrol mengikuti uji coba ini.
Terapi diberikan dalam satu kali infus intravena dengan dosis bertingkat antara 0,1 hingga 0,8 mg/kg, setelah pasien menerima pra-perawatan berupa kortikosteroid dan antihistamin untuk meminimalkan potensi reaksi imun.
Pada dosis tertinggi, CTX310 mampu menurunkan LDL dan trigliserida rata-rata sekitar 50%. Efek ini dinilai sangat signifikan untuk ukuran studi tahap awal.
Dari sisi keamanan, tiga peserta mengalami efek samping ringan seperti nyeri punggung dan mual yang dapat ditangani dengan pengobatan standar. Satu peserta yang sebelumnya memiliki enzim hati tinggi mengalami peningkatan sementara enzim hati, namun kondisi tersebut kembali normal dalam beberapa hari tanpa intervensi tambahan.
Semua peserta dipantau setidaknya selama 60 hari, dan akan terus dimonitor selama satu tahun penuh. Selain itu, sesuai pedoman otoritas regulasi seperti FDA, terapi pengeditan gen memerlukan pemantauan keamanan jangka panjang hingga 15 tahun untuk memastikan tidak ada dampak tertunda.
âYang penting, tidak ada kejadian keamanan serius yang terkait dengan CTX310. Namun ini adalah studi kecil dengan durasi relatif singkat. Kita harus tetap berhati-hati dan melanjutkan evaluasi keamanan dalam studi yang lebih besar,â tegas Dr. Laffin.
Langkah Berikutnya
Studi Fase 2 direncanakan dimulai pada 2026 dengan melibatkan populasi pasien yang lebih luas dan masa observasi lebih panjang. Uji lanjutan ini akan menjadi penentu apakah terapi pengeditan gen benar-benar dapat menjadi alternatif revolusioner dalam pengobatan gangguan lipid.
Penelitian ini didanai oleh CRISPR Therapeutics AG yang berbasis di Zug, Swiss.
Jika hasil jangka panjang tetap konsisten, terapi berbasis CRISPR berpotensi menjadi tonggak baru dalam kardiologi preventif  bukan sekadar mengontrol kolesterol dengan obat rutin, melainkan memperbaiki akar genetik penyebabnya melalui satu kali intervensi presisi. hay
- Kolesterol Jahat
Redaktur: Haryo Brono
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.