Warga Probolinggo Terdampak Banjir Dievakuasi
Minggu, 22 Feb 2026, 15:53 WIBPROBOLINGGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bergerak cepat mengevakuasi warga yang terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter di lima kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (22/2) dini hari.
Dikutip dari Antara, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo terdapat lima wilayah kecamatan terdampak banjir yakni Kecamatan Krejengan, Kraksaan, Besuk, Gading serta Kecamatan Kotaanyar tepatnya di Desa Tambak Ukir.
"Kami menerima laporan jebolnya tanggul di pinggiran sungai yang menyebabkan permukiman warga terendam pada Minggu dini hari," kata Kepala Pelaksana BPBD Probolinggo Oemar Sjarief di kabupaten setempat.
Ia mengatakan banjir di wilayah Kecamatan Kraksaan menjadi yang terbesar dalam beberapa dekade terakhir dengan ketinggian air bervariasi hingga mencapai 1,5 meter.
"BPBD bersama TNI, Polri dan unsur terkait terus melakukan evakuasi. Warga yang sakit dirujuk ke rumah sakit, sementara lansia dievakuasi ke Kantor Kecamatan Kraksaan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," tuturnya.
Atas arahan Bupati Probolinggo Mohammad Haris dan Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto turun langsung ke lapangan untuk memastikan proses evakuasi berjalan optimal.
"Saya mewakili bupati dan wabup untuk langsung terjun meninjau kondisi masyarakat. Keselamatan warga menjadi prioritas utama, khususnya yang sedang sakit, anak-anak, ibu hamil dan lansia,â katanya.
Sekda Ugas bersama jajaran juga meninjau wilayah Patemon di Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan. Di lokasi tersebut ditemukan tumpukan sampah yang menghambat aliran sungai sehingga memperparah luapan air.
Dalam kesempatan itu, Sekda Ugas menegaskan pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi tanggul dan normalisasi aliran sungai guna mencegah kejadian serupa terulang.
"Selain penanganan darurat, kami akan melakukan langkah-langkah pencegahan. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai dan tidak mendirikan bangunan di sempadan sungai menjadi bagian penting dari solusi bersama," ujarnya.
Pemkab Probolinggo mendistribusikan bantuan sementara berupa nasi bungkus untuk kebutuhan sahur warga terdampak banjir di lima kecamatan tersebut.
"Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat bukan hanya untuk melihat kondisi, tetapi memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan penanganan berjalan cepat serta terkoordinasi," katanya.
Pemkab Probolinggo memastikan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor hingga kondisi kembali normal serta mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan aliran sungai guna meminimalisir risiko banjir di masa mendatang.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: M. Selamet Susanto
Berita Terkait:
-
BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah Indonesia Cerah Berawan pada Jumat Ini
-
Siap-Siap Delay, Kuala Lumpur Tutup Wilayah Udara Mulai 26 Agustus
-
Erupsi Krakatau, Para Pelajar Jakarta Mulai Senin Besok Ditetapkan Belajar dari Rumah
-
Pemerintah Siapkan Bus dan Kereta Api Gratis ke 4 Bandara Alternatif dari Soekarno-Hatta
-
Pacitan Siapkan Mini Job Fair 2027, Ratusan Lowongan Kerja Kembali Dibuka
-
Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir
-
Cincinnati Masters Sajikan Final Ideal Sesama AS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.