Menbud: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat dan Super Power Kebudayaan Dunia
Minggu, 22 Feb 2026, 13:30 WIBSURABAYA - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menilai Indonesia berpotensi menjadi pusat kebudayaan dunia karena memiliki megadiversity budaya.
âDengan lebih dari 17.000 pulau, sekitar 1.340 suku bangsa, dan ratusan bahasa daerah, Indonesia disebut sebagai negara dengan megadiversity budaya yang menjadikannya berpotensi menjadi pusat kebudayaan dunia dan kekuatan besar (super power) di bidang kebudayaan,â kata Menbud Fadli Zon dalam keterangan diterima di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (22/2).
Pernyataan itu dikemukakan saat menghadiri Baitul Arqom Mahasiswa 2026 di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura).
Dalam forum tersebut Fadli juga memperkenalkan istilah "Out of Nusantara" untuk menegaskan posisi strategis Indonesia dalam sejarah migrasi manusia.
âSelama ini dikenal teori Out of Africa. Namun bukan tidak mungkin nenek moyang Nusantara bermigrasi ke Pasifik, Australia, bahkan sampai ke Afrika,â ujar Menbud Fadli Zon.
Ia menjelaskan sejumlah temuan menunjukkan jejak kehidupan manusia purba di Nusantara telah ada sejak 60.000 hingga 70.000 tahun lalu, sehingga membuka ruang kajian baru tentang arus migrasi manusia.
Selain prasejarah, Fadli Zon menyoroti peran museum sebagai etalase peradaban. Ia mencontohkan Louvre Museum di Paris, Prancis, serta sejumlah museum besar di Amerika Serikat sebagai simbol identitas budaya dan pusat edukasi publik.
âKita berharap museum-museum di Indonesia menjadi pusat edukasi dan etalase peradaban bangsa,â kata Fadli Zon.
Fadli juga menyinggung perkembangan industri kreatif, khususnya film nasional, yang kini menguasai sekitar 67 persen pangsa pasar domestik.
Ia menyebut film animasi Jumbo mencetak rekor penonton domestik dan film Indonesia tampil di berbagai festival internasional, seperti Berlin International Film Festival dan Cannes Film Festival.
âKebudayaan adalah fondasi. Di mana pun latar belakang kita, tidak pernah bisa dilepaskan dari budaya,â kata Menbud Fadli Zon.
Sementara itu Rektor Umsura Prof Mundakir mengatakan Program Baitul Arqom mulai tahun ini diwajibkan bagi seluruh mahasiswa untuk memperkuat identitas sebagai intelektual muda yang berkarakter.
Baitul Arqom Mahasiswa 2026 diikuti lebih dari 1.000 mahasiswa dalam tiga gelombang (batch).
"Pintar itu kalau tidak berbasis pada nilai moralitas, karakter, dan akhlakul karimah, maka akan kosong. Mahasiswa harus jujur, toleran, dan peduli terhadap sesama," katanya.
- Super Power
- Indonesia
- Menbud
- Pusat Kebudayaan Dunia
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Liga Italia: Inter Milan Tutup Musim 2025/2026 dengan Hasil Imbang 3-3 Kontra Bologna
-
Hashim Ungkap Strategi RI Hadapi Krisis Global, Pasokan Minyak Rusia Jadi Kunci
-
Pemkot Jakarta Utara Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Danau Sunter
-
Kekerasan di Daycare Jogja, Pemerintah Didesak Pastikan Perizinan Sebelum Operasional Daycare
-
Tim Piala Dunia, Turki Pernah Cukup Bagus di Tahun 2002
-
Diplomasi AS-Iran Buntu, Dunia Terancam Krisis Energi
-
Sukses Digelar, Gubernur Luthfi Nilai Purwokerto Half Marathon 2026 Perkuat Wisata Olahraga dan Ekonomi Jateng
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.