Jauh dari Target, PDB Negara Paman Sam Hanya Tumbuh 1,4 Persen

Minggu, 22 Feb 2026, 02:04 WIB

WASHINGTON DC - Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat (AS) hanya mencatat pertumbuhan tahunan 1,4 persen pada kuartal keempat (Q4) 2025, jauh di bawah estimasi para analis yang memperkirakan pertumbuhan 2,5 persen, menurut data yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS pada Jumat (20/2).

Angka tersebut juga menunjukkan perlambatan signifikan dari ekspansi 4,4 persen yang tercatat pada Q3, menyusul penutupan (shutdown) pemerintahan federal dan penurunan permintaan konsumen yang membebani aktivitas ekonomi.

Ket. Foto: — Sumber: AFP

Perilisan data tersebut sempat tertunda selama satu bulan akibat shutdown pemerintahan. Departemen Perdagangan AS memperkirakan shutdown, yang berlangsung selama paruh pertama kuartal tersebut, kemungkinan mengurangi pertumbuhan ekonomi sebesar sekitar 1 poin persentase.

Secara tahunan, ekonomi tumbuh dengan laju 2,2 persen, turun dari 2,8 persen pada 2024. Indikator inflasi utama juga menunjukkan harga yang tetap tinggi, dengan indeks harga belanja konsumsi pribadi utama yang banyak dipantau, kecuali makanan dan energi, naik 3 persen pada Desember 2025, jauh di atas target 2 persen yang ditetapkan The Fed.

Dean Baker, salah satu pendiri Pusat Penelitian Ekonomi dan Kebijakan, mengungkapkan kepada Xinhua bahwa shutdown dan pemutusan hubungan kerja di Departemen Efisiensi Pemerintah (Department of Government Efficiency/DOGE) merupakan faktor utama di balik pelemahan tersebut.

Sebelum dirilisnya laporan tersebut, Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan tentang pertumbuhan PDB yang melemah, dan menyebut shutdown parsial pemerintah yang berakhir pada November sebagai penyebabnya.

"Shutdown pemerintahan oleh Partai Demokrat telah membuat AS rugi setidaknya dua poin dalam PDB. Itulah mengapa mereka melakukannya lagi, dalam bentuk mini. Tidak akan ada lagi shutdown!" kata Trump dalam sebuah unggahan di media sosial, sembari mengkritik Gubernur The Fed Jerome Powell karena tidak menurunkan suku bunga secara lebih agresif.

Bank sentral itu telah memangkas suku bunga acuannya sebesar tiga perempat poin persentase pada akhir tahun lalu, tetapi sejak itu mengisyaratkan pendekatan yang lebih hati-hati mengingat risiko inflasi.

Pendapat para ekonom mengenai prospek ekonomi tahun 2026 pun terbagi. Gary Clyde Hufbauer dari Peterson Institute for International Economics memperkirakan PDB kuartal pertama 2026 berada di kisaran 2 persen dan pertumbuhan setahun penuh di angka 2,5 persen, dengan tingkat pengangguran kemungkinan meningkat menjadi 4,8 persen dari 4,3 persen yang tercatat pada Januari.

Baker memperkirakan pertumbuhan sekitar 2 persen, tetapi memperingatkan bahwa hasilnya akan bergantung pada kebijakan tarif dan kinerja sektor kecerdasan buatan (AI). Dia juga memperingatkan bahwa pecahnya "gelembung AI" dapat mengubah situasi secara drastis.

Banyak analis berpendapat saham-saham teknologi dihargai terlalu tinggi akibat optimisme berlebihan seputar perkembangan AI. Ant/Xinhua

  • PDB
  • donald trump

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.