Dinsos Kotim Antisipasi Gepeng dan Modus Terlantar saat Ramadan

Sabtu, 21 Feb 2026, 10:50 WIB

SAMPIT -- Dinas Sosial (Dinsos) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mengantisipasi potensi lonjakan jumlah gelandangan dan pengemis (gepeng) serta modus orang terlantar yang dapat mengganggu masyarakat selama bulan Ramadhan.

“Ramadhan ini biarpun semua sudah diantisipasi, seperti dari stabilitas harga barang dan kamtibmas, tapi yang tak kalah penting adalah kenyamanan dalam melaksanakan ibadah. Khususnya yang berkaitan dengan Dinsos, yaitu adanya gepeng dan modus orang terlantar yang perlu ditertibkan,” kata Kepala Dinsos Kotim Hawianan di Sampit, Sabtu.

Ket. Foto: Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kotawaringin Timur Hawianan. — Sumber: ANTARA/Devita Maulina

Ia menjelaskan, kenyamanan beribadah menjadi prioritas utama. Oleh karena itu pengawasan terhadap ketertiban umum perlu diperketat.

Menurut dia, mobilitas penduduk yang tinggi melalui jalur darat, udara, maupun laut di wilayah Kotim kerap memicu migrasi kelompok penyandang masalah kesejahteraan sosiaL (PMKS).

Kehadiran PMKS kerap membawa dampak cukup kompleks bagi suatu daerah. Terutama saat Ramadhan, fenomena ini sering kali meningkat karena adanya eksploitasi terhadap sifat kedermawanan masyarakat.

Ia menyoroti adanya fenomena warga yang sengaja menelantarkan diri sebagai modus mendapat bantuan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam menjaga marwah dan pelayanan publik yang tepat sasaran.

“Ini repot juga, kadang-kadang mereka bisa menelantarkan diri. Kalau kita tidak melayani, barangkali berpengaruh pada marwah pemerintah daerah karena dianggap tidak melayani masyarakat,” ujar Hawianan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, ia terus berupaya memperkuat kerja sama dari lintas sektoral, seperti Satpol PP, Kepolisian, TNI, hingga otoritas pelabuhan. Kolaborasi ini dinilai penting dalam mempercepat proses evakuasi dan penertiban di lapangan.

Dinsos Kotim juga melakukan asesmen ketat terhadap setiap laporan yang masuk. Jika ditemukan unsur kesengajaan atau modus yang merugikan pemerintah daerah, pihak dinas siap mengambil langkah tegas sesuai aturan yang berlaku.

Pengawasan di titik-titik krusial seperti Pelabuhan Sampit ditingkatkan. Ia juga meminta pihak pelabuhan aktif memfasilitasi jika ditemukan permasalahan sosial di area kerja mereka.

Dengan sinergi yang lebih baik diharapkan potensi gangguan kenyamanan selama Ramadhan dapat ditekan seminimal mungkin dan warga yang perlu penanganan cepat pun bisa segera ditindaklanjuti.

  • penyandang masalah kesejahteraan sosial

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.