Asyik Berfoto Selfie di Dekat Rel KA, Tiga Siswa SMA di Batang Tewas Tertabrak Kereta Argo Merbabu

Sabtu, 21 Feb 2026, 14:52 WIB

BATANG - PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan bahwa tiga siswa SMA meninggal dunia setelah tertabrak kereta Argo Merbabu saat sedang berfoto selfie di dekat rel kereta api di GOR Sarengat, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada hari Sabtu (21/2).

Manajer Humas KAI Area Operasi 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan, setelah kejadian tersebut, kereta Argo Merbabu melakukan pemberhentian luar biasa untuk inspeksi fasilitas.

Ket. Foto: Petugas KAI dan pemerintah setempat, bersama komunitas pecinta kereta api, berkampanye soal kesadaran keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api untuk memperingati Hari Transportasi Nasional sekaligus HUT ke-80 KAI di Madiun, Jawa Timur, Jumat (19/9/2025) — Sumber: ANTARA

“Setelah dinyatakan aman oleh anggota kru kereta api, kereta melanjutkan perjalanannya pada pukul 7:09 pagi waktu setempat,” kata Arif.

Tiga siswa yang meninggal dunia setelah tertabrak kereta Argo Merbabu di jalur Semarang-Gambir diidentifikasi sebagai IS (15), D (15), dan G (15), semuanya warga Kecamatan Kasepihan, Kabupaten Batang.

Arif menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan atas kecelakaan tersebut. “KAI IV Daop Semarang menyampaikan keprihatinan dan penyesalan yang mendalam atas kejadian ini,” katanya.

KAI Daop IV Semarang mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di jalur kereta api, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

Perusahaan terus melakukan penyuluhan keselamatan di sekolah-sekolah dan masyarakat untuk mencegah kecelakaan serupa.

“Tragedi ini menjadi pengingat yang jelas bahwa rel kereta api bukanlah tempat untuk rekreasi, apalagi untuk berfoto selfie,” tambahnya.

Di beberapa wilayah Batang, rel kereta api sering digunakan sebagai tempat berkumpul oleh muda-mudi untuk ngabuburit selama Ramadan karena lokasinya yang terbuka dan pengawasan yang minim.

Seorang petugas penjaga di pos perlintasan sebidang GOR Sarengat mengatakan area tersebut menimbulkan risiko yang signifikan, karena kereta api melaju dengan kecepatan tinggi dan seringkali tanpa sinyal klakson yang berkepanjangan.

“Oleh karena itu, kami berharap para orang tua akan mengingatkan anak-anak mereka untuk menjauhi rel kereta api. Rel kereta api adalah zona mematikan; jika orang-orang tidak berhati-hati, kami tidak ingin melihat lebih banyak korban,” katanya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara, Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.