Dikbud Ngawi Data Temuan Sisa Bangunan Diduga Peninggalan Bersejarah

Rabu, 18 Feb 2026, 19:13 WIB

NGAWI, JAWA TIMUR - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Ngawi mendata informasi tentang keberadaan sisa bangunan berupa tumpukan batu berelief diduga peninggalan bersejarah yang ditemukan warga di area hutan Perhutani di Desa Pandean, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi, Jatim.

"Menindaklanjuti temuan warga, saat ini Dikbud sedang melakukan pengumpulan data dan informasi tentang sisa bangunan kuno di lahan hutan di kawasan Karanganyar," ujar Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud Kabupaten Ngawi Cita Putri Maharani di Ngawi, Rabu (18/2).

Ket. Foto: Seorang warga melihat fragmen berserakan dan memiliki relief berupa gambar manusia dari sisa bangunan berupa tumpukan batu diduga peninggalan bersejarah yang ditemukan di area hutan Perhutani di Desa Pandean, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi, Jatim. — Sumber: ANTARA/Louis Rika

Menurut dia untuk proses pendataan tersebut pihaknya melibatkan petugas di pemerintahan desa dan kecamatan. Hal itu karena keterbatasan tenaga yang ada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ngawi.

Setelah itu, hasil pendataan akan segera dilaporkan ke pemerintah tingkat provinsi guna mendapatkan tindak lanjut mengingat Dikbud Ngawi belum memiliki tim ahli di bidang arkeologi dan cagar budaya.

Adapun, sisa bangunan yang diduga kuat merupakan peninggalan sejarah berupa candi ditemukan warga di lahan hutan jati di Desa Pandean, Kecamatan Karanganyar, Ngawi.

Warga sekaligus pemerhati benda cagar budaya Sutono Sastroredjo mengatakan sisa bangunan diduga benda bersejarah tersebut ditemukan di atas perbukitan kapur yang merupakan rangkaian Pegunungan Kendeng di kawasan hutan. Di lokasi tersebut juga terdapat banyak fragmen yang berserakan dan memiliki relief berupa gambar manusia ataupun corak ukiran.

"Dugaan kuat, sisa reruntuhan ini merupakan bangunan candi. Hal ini juga dikuatkan dengan adanya relief manusia yang diduga merupakan gambaran Dewa Siwa yang diperkirakan peninggalan Kerajaan Medang sekitar abad ke-10 di masa transisi perpindahan kekuasaan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur," katanya.

Sementara Sekretaris Kecamatan Karanganyar Putut Yuliarto menyatakan segera mengambil langkah koordinasi dengan dinas terkait atas temuan benda diduga bersejarah tersebut. Selain itu, ia juga akan mengajak warga untuk melakukan pembersihan di area temuan.

Pihaknya berharap agar instansi terkait melakukan peninjauan atas temuan sisa bangunan yang diduga bersejarah tersebut. Sehingga, jika ternyata benar merupakan peninggalan bersejarah, maka aset tersebut perlu dilakukan perawatan dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.