Permintaan Bakal Meningkat, KKP Jamin Mutu Ikan yang Beredar di Masyarakat Selama Ramadan
Sabtu, 14 Feb 2026, 12:38 WIBJAKARTA- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meningkatkan pengawasan mutu untuk memastikan kualitas produk perikanan yang beredar di masyarakat selama bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 2026. Pengawasan mutu dilakukan menyeluruh, mulai dari aktivitas produksi di hulu sampai hilir.
âJajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) di setiap provinsi melaksanakan penguatan pengawasan jelang Ramadan dari hulu sampai hilir, melalui kegiatan surveilan, inspeksi maupun pengujian laboratorium (lab) berbagai parameter keamanan pangan,â tutur Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) Ishartini di Jakarta, Jumat (13/2).
Ishartini menjelaskan kegiatan pengawasan jelang Ramadan dilaksanakan mulai pertengahan Januari sampai masuk bulan puasa oleh 46 UPT Badan Mutu KKP di seluruh Indonesia. Lokus pengawasan di hulu atau produksi primer meliputi surveilan dan inspeksi CBIB atau Cara Budidaya Ikan Yang Baik di tambak-tambak ikan maupun kapal-kapal perikanan penyuplai rantai pasok domestik maupun ekspor.Â
Sedangkan di bagian hilir, pengawasan mutu menyasar UPI melalui surveilan/inspeksi HACCP maupun GMP/SSOP. "Beberapa UPT yang telah melakukan kegiatan pengawasan mutu jelang Ramadhan sejak 15 Januari lalu diantaranya Stasiun PPMHKP Bengkulu, Balai PPMHKP Medan II, Stasiun PPMHKP Pontianak, Stasiun PPMHKP Kendari, dan Balai PPMHKP Medan I,â Ishartini merinci.
Kepala Balai PPMHKP Medan I Nandang Koswara menambahkan, pihaknya telah melakukan pengawasan budidaya tambak ikan serta monitoring kondisi perairan Danau Toba. Hasilnya dalam kondisi baik dan laik konsumsi.Â
Senada dengan Nandang, Plt. Kepala Stasiun PPMHKP Kendari Kasrida yang melaksanakan pengawasan mutu ikan di atas kapal di pelabuhan Kendari, hasilnya juga baik. Ikan-ikan berkualitas itu siap memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Sulawesi Tenggara selama Bulan Suci.
"Selain inspeksi dan surveilan penerapan standar mutu dan keamanan pangan, uji lab juga dilakukan untuk cegah food borne pathogen berjangkit kepada konsumen diantaranya uji E. Coli, salmonela, listeria serta uji histamin, formalin, serta logam berat dan toksin. Semuanya untuk pastikan masyarakat menjalankan ibadah puasa dengan tenang,â tutup Ishartini.
Sebelumnya dalam berbagai kesempatan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan komitmen KKP sebagai quality assurance body. Penerapan sanitasi, higiene serta prinsip keamanan pangan pada rantai produksi tidak bisa ditawar-tawar lagi untuk menghadirkan produk perikanan yang bermutu, bergizi serta aman konsumsi bagi kebutuhan domestik dan ekspor.
- Sektor Perikanan
- Ramadan Idul Fitri (RAF)
- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Penghasilan Nelayan Sinjai Naik 75 Persen, KNMP Tongke-Tongke Kirim 12 Ton Tuna Loin ke Jakarta
-
Said Iqbal Nilai RUU Ketenagakerjaan Atur Skema Upah yang Lebih Baik daripada UU Cipta Kerja
-
KPK Limpahkan Berkas Silmy Karim Cs ke JPU, Kasus Dugaan Pemerasan Izin Tinggal WNA Masuk Tahap II.
-
Garam Bima Naik Kelas! Sudah Halal, Kantongi BPOM dan Siap Saingi Garam Impor
-
Nilai Ekspor Tilapia RI Tertinggi di Dunia, Tapi Pasar Eropa Baru 8,1 Persen
-
Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo
-
VMS Dimatikan, 28 ABK Disiksa di Laut Arafura, Modus Kapal Ikan Terbongkar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.