Festival Bandeng Rawa Belong 2026: Simbol Akulturasi Budaya Menuju Kota Global

Sabtu, 14 Feb 2026, 20:35 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi membuka Festival Bandeng Rawa Belong 2026 yang mengusung tema "Harmoni Tradisi Betawi dan Tionghoa Menuju Jakarta Kota Global yang Berbudaya" di Pasar Bandeng Rawa Belong, Jakarta Barat, Sabtu (14/2). Kehadiran orang nomor satu di DKI itu disambut antusias warga, pedagang ikan bandeng, serta tokoh masyarakat setempat.

Pembukaan festival berlangsung meriah dengan sejumlah atraksi kebudayaan Betawi yang memadukan nuansa lokal dan perayaan Tahun Baru Imlek. Kawasan pasar dipadati pengunjung yang ingin menyaksikan langsung tradisi tahunan yang sudah mengakar di Rawa Belong.

Ket. Foto: Tradisi "nganter bandeng" merupakan warisan budaya masyarakat Betawi yang sarat nilai penghormatan dan kekeluargaan, khususnya menjelang Imlek. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Dalam kesempatan tersebut, Pramono menyapa langsung para pedagang ikan bandeng di area pasar. Ia menegaskan, tradisi "nganter bandeng" merupakan warisan budaya masyarakat Betawi yang sarat nilai penghormatan dan kekeluargaan, khususnya menjelang Imlek.

"Kebiasaan ini menjadi bukti nyata akulturasi budaya Betawi dan Tionghoa yang telah mengakar dan membentuk harmoni sosial di Jakarta," ujarnya.

Menurut Pramono, Festival Bandeng Rawa Belong tidak sekadar agenda seremonial tahunan. Ia menilai kegiatan tersebut memiliki dampak nyata terhadap perputaran ekonomi karena melibatkan pedagang bandeng lokal serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

"Festival ini berkontribusi dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat," ucapnya.

Ia menambahkan, kehadirannya dalam festival menjadi bentuk dukungan konkret terhadap peningkatan kesejahteraan pelaku UMKM. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata dia, ingin memastikan tradisi tetap hidup sekaligus memberi nilai tambah ekonomi bagi warga.

"Bagi saya pribadi, hadir di Festival Bandeng ini bukan sekadar menjaga tradisi dari waktu ke waktu. Saya berharap UMKM di Rawa Belong dapat tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik," jelasnya.

Pramono juga mengajak jajaran Pemprov DKI Jakarta, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, serta anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta untuk mendukung UMKM dengan membeli produk ikan bandeng di Pasar Bandeng Rawa Belong.

"Saya baru datang saja sudah membeli tiga ikan bandeng, dan nanti sebelum pulang akan membeli tiga ikan bandeng lagi. Total enam ikan bandeng, termasuk bandeng terbesar dengan berat 14,67 kilogram," ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012, Fauzi Bowo, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Bandeng Rawa Belong 2026. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi simbol kuat keberlanjutan tradisi Betawi di tengah dinamika kota metropolitan.

"Alhamdulillah, dengan rida dan rahmat Allah SWT, kita menyaksikan pembukaan Festival Bandeng Rawa Belong 2026 oleh Gubernur kita, Bapak Pramono Anung. Atas nama kaum Betawi dan Majelis Kaum Betawi, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya," ujar Fauzi Bowo.

Festival Bandeng Rawa Belong selama ini dikenal sebagai bagian dari tradisi menyambut Imlek di kalangan masyarakat Betawi. Melalui momentum tersebut, pemerintah berharap kolaborasi budaya dan penguatan ekonomi lokal dapat berjalan beriringan menuju Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada identitas budayanya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.