Ramadan Tinggal Hitungan Hari, BPH Migas Pastikan Pasokan BBM Nasional Lancar

Jumat, 13 Feb 2026, 22:05 WIB

JAKARTA – Menjelang Ramadan, urusan bahan bakar minyak (BBM) jadi salah satu kunci biar aktivitas masyarakat tetap lancar.

Dari mudik kecil-kecilan, distribusi bahan pokok, sampai operasional UMKM—semuanya bergantung pada pasokan energi yang aman.

Ket. Foto: Arsip foto - Pengendara motor melintas usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Cikini, Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Tri Meilani Ameliya.

Karena itu, langkah antisipatif dari Pertamina penting banget supaya stok BBM tetap terjaga dan distribusi nggak tersendat.

Kalau pasokan aman, harga barang ikut lebih stabil, mobilitas warga di Indonesia tetap jalan, dan suasana Ramadan pun bisa dijalani dengan lebih tenang—tanpa drama antre panjang atau kekhawatiran kehabisan bensin. Intinya, BBM bukan cuma soal energi, tapi penopang ritme ekonomi jelang bulan penuh berkah.

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan stok dan pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman menjelang Ramadhan 2026.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (13/2), berdasarkan pemantauan BPH Migas, stok BBM nasional berada di atas batas minimum coverage days (CD), yang telah ditetapkan bersama, yaitu untuk bensin (gasoline) di atas 25 hari dan untuk solar (gasoil) di atas 15 hari.

Menurut dia, kondisi stok tersebut memadai dalam menyambut kebutuhan BBM periode Ramadhan dan Idul Fitri 2026.

"Alhamdulillah, cukup bagus posisinya. Kemudian, avtur dengan coverage days 29,9 hari dan kerosin 20,1 hari. Artinya, stok ini cukup aman untuk menyongsong kegiatan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, yang akan kita jalankan bersama," terang Wahyudi saat kunjungan kerja spesifik Komisi XII DPR RI di Medan, Sumatera Utara, Kamis (12/2/2026).

Wahyudi menjelaskan pembahasan kunjungan difokuskan pada ketersediaan stok BBM nasional dan kelancaran distribusi BBM subsidi di wilayah terdampak bencana.

Lebih lanjut, Wahyudi menyampaikan stok BBM subsidi dan kompensasi untuk kendaraan berat di lokasi bencana Pulau Sumatera dan kebutuhan energi di hunian sementara (huntara) telah tersedia dalam jumlah memadai.

BPH Migas dan badan usaha penugasan terus bersinergi untuk menopang stabilitas masyarakat dengan ketersediaan BBM di tengah masa pemulihan.

"BPH Migas memastikan distribusi BBM subsidi dan kompensasi negara di wilayah bencana Sumatra telah terpenuhi dengan baik. Pasokan ini sangat krusial untuk mendukung mobilitas alat berat, operasional posko, hingga penyediaan energi di hunian sementara. Kami bersama PPN (PT Pertamina Patra Niaga) berkomitmen menjaga kelancaran distribusi ini agar pemulihan kegiatan masyarakat di wilayah bencana dapat berjalan maksimal," jelasnya.

Di tempat yang sama, Anggota Komite BPH Migas Baskara Agung Wibawa mengungkapkan sinergi penanganan bencana di Sumatra mendapat respons positif Komisi XII DPR RI.

Dalam diskusi bersama tersebut, pemulihan sektor energi berjalan progresif.

"Alhamdulillah, penanganan bencana oleh Pertamina Patra Niaga di Sumatera diapresiasi oleh Komisi XII DPR RI," ujarnya.

Baskara menambahkan agenda ini juga memastikan kesiapan energi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026.

PPN dan PT PLN telah memaparkan kesiapan mereka secara menyeluruh.

"Kami optimistis pasokan listrik dan BBM untuk masyarakat akan terjaga dengan baik," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XII DPR Bambang Haryadi menilai kunjungan ini menjadi momentum strategis kolaborasi lintas instansi dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi.

"Beberapa hari ke depan kita tahu bahwa umat Muslim akan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Di tengah kepahitan atau bencana yang melanda saudara-saudara kita, saya berharap PLN dan Pertamina bisa membantu meringankan beban atau memberikan kebahagiaan dengan memastikan pasokan listrik maupun BBM tetap terkendali dan tercukupi," sebutnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Komisi XII DPR Aqib Ardiyansyah, Ade Jona Prasetyo, Ateng Sutisna, Irsan Sosiawan, dan Ratna Juwita Sari serta Direktur Pembinaan Program Migas Direktorat Jenderal (Ditjen) Migas Kementerian ESDM Hendra Gunawan, Sekretaris Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Wanhar, Direktur Retail & Niaga PLN Adi Priyanto, serta Direktur Optimasi Hilir & Distribusi PPN Hari Purnomo.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.