Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pameran Pusaka dari Seluruh Penjuru Nusantara di Semarang

📅 Jumat, 13 Feb 2026, 23:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pameran Pusaka dari Seluruh Penjuru Nusantara di Semarang Doc: Antara

Semarang - Puluhan pusaka dari berbagai daerah di nusantara dipamerkan dalam Pameran Pusaka Nasional "Keris re(imagined): Napas Baru Warisan Leluhur" yang berlangsung di Hotel Front One HK Semarang.

Ketua panitia pameran Ridwan Maulana Yasifun, di Semarang, Jumat, menjelaskan bahwa pameran yang dimotori dua paguyuban di Kota dan Kabupaten Semarang itu berlangsung mulai 13-15 Februari 2026.

"Ada 61 bilah pusaka berasal dari seluruh Indonesia. Juga dari berbagai masa, yang paling tua ada dari masa Medang dan yang terbaru baru berapa bulan jadi pun ada. Jadi, dari masa yang sangat panjang," katanya.

Menurut dia, pameran tersebut ditujukan tentunya untuk mengenalkan keris dan pusaka nusantara, khususnya kepada generasi muda sehingga muncul kecintaan terhadap pelestariannya.

Ia mengatakan pameran tersebut memang agak berbeda dibandingkan pameran tosan aji atau pusaka yang pernah digelar di beberapa tempat lain, misalnya warna latar belakang yang dulu dominan merah kini berganti navy.

"Itu supaya me-'refresh' pemahaman pencitraan kita, alam pikir kita tentang konsep pameran pusaka. Juga tujuan kami adalah untuk menarik generasi muda. Generasi yang belum mengerti atau mencintai pusaka," katanya.

Tidak hanya memamerkan pusaka, beragam kegiatan juga dilakukan, seperti bursa jual-beli keris yang diikuti para pecinta keris dan tosan aji.

Ia mengatakan berbagai kegiatan lain juga digelar sebagai sarana edukasi, seperti peluncuran buku, diskusi atau sarasehan tentang siraman atau jamasan pusaka Mentaraman.

"Tujuannya membedah tata cara dan makna yang ada di keraton-keraton bekas kekuasaan Mataram yang sekarang disebut sebagai Catur Saputra. Ternyata, itu beda-beda dan beda maknanya," katanya.

Pada hari terakhir pameran, kata dia, digelar pula lomba menggambar dan mewarnai untuk anak-anak sebagai bentuk upaya mengajak dan mengenalkan pusaka kepada generasi muda sedini mungkin.

Sementara itu, General Manager Hotel Front One HK Semarang Doni Avianto menjelaskan bahwa pameran tersebut sebenarnya realisasi dari agenda yang sempat tertunda.

Ia menjelaskan dua paguyuban di Kota dan Kabupaten Semarang memiliki kekuatan yang saling melengkapi dalam penyelenggaraan pameran tersebut.

"Kalau di Semarang lebih kuat di bisnis klitikan atau bursanya, sedangkan di kabupaten Semarang ke pendidikan keris. Kebetulan, ketemu empunya juga," katanya.

Menurut dia, persiapan untuk pameran pusaka tersebut dilakukan setidaknya sejak tiga bulan lalu, dengan konsep yang berbeda dengan pameran biasanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Kemenperin Dorong Gen Z Kembangkan Industri Batik

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.