Wagub Rano Turun ke Sawah Cianjur, Amankan Stok Beras Jakarta Jelang Ramadan

Kamis, 12 Feb 2026, 15:25 WIB

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menghadiri panen bersama di Desa Sindang Jaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (12/2). Kegiatan ini menjadi bagian dari kerja sama antardaerah untuk memperkuat ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi.

Kerja sama dilakukan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Cianjur. Implementasinya melibatkan BUMD DKI, PT Food Station Tjipinang Jaya, melalui skema business to business (B2B) dengan mitra usaha di Cianjur.

Ket. Foto: Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menghadiri panen bersama di Desa Sindang Jaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (12/2). Kegiatan ini menjadi bagian dari kerja sama antardaerah untuk memperkuat ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

"Kerja sama ini lahir dari kesadaran sederhana bahwa ketahanan pangan tidak dibangun dengan wacana, melainkan dengan keberanian untuk bekerja sama," ujar Rano Karno.

Ia menegaskan tujuan utama kolaborasi ini adalah menjaga pasokan dan harga tetap stabil, khususnya menjelang Ramadan, Imlek, dan hari besar lainnya. Skema ini juga diperkuat melalui kerja sama government to government antara kedua pemerintah daerah.

Dalam jangka pendek, fokus kerja sama berada pada komoditas padi dan beras. Selain itu, pemanfaatan laboratorium pertanian dilakukan untuk memastikan mutu dan kualitas komoditas sebelum dipasok ke Jakarta.

Rano menyebut kebutuhan pangan Jakarta sangat besar setiap hari. Kebutuhan beras mencapai 2.700-3.000 ton per hari, cabai sekitar 120 ton, daging sapi 65 ton, serta daging ayam 750-800 ton per hari.

"Jakarta mungkin tidak memiliki lahan, tetapi memiliki kapasitas fiskal yang besar. Anggaran besar ini harus dimanfaatkan untuk membangun kolaborasi yang saling menguntungkan," tegasnya.

Kesepakatan bersama ini berlaku selama lima tahun dan diharapkan menjadi landasan pengembangan kerja sama komoditas lainnya. Sinergi antardaerah dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas pangan di tengah tantangan ekonomi.

Direktur Utama Food Station Tjipinang Jaya Dodot Tri Widodo mengatakan panen tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama dengan PT Tunas Bumi Emas Lestari sejak 2025. Dari total 150 hektare lahan, 100 hektare ditanami varietas IR64 dan Inpari 32, serta 50 hektare varietas pandan wangi.

Menurut data Badan Pusat Statistik, produksi padi Cianjur mencapai sekitar 630 ribu ton per tahun atau setara 315 ribu ton beras. Produksi surplus tersebut dinilai berpotensi menopang kebutuhan Jakarta.

Dodot mengakui tantangan utama saat ini adalah kenaikan harga gabah di tingkat petani. Harga pembelian pemerintah berada di Rp6.500 per kilogram, sementara di lapangan dapat mencapai Rp6.800 hingga Rp7.000 per kilogram setelah biaya angkut.

"Kami optimistis kerja sama ini akan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Tujuan akhirnya adalah menjaga pasokan beras Jakarta tetap aman sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Cianjur," ujar Dodot.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.