Menuju Green Card 2026, Banyuwangi Matangkan Revalidasi Geopark Ijen
Kamis, 12 Feb 2026, 04:44 WIBBanyuwangi - Ketua Tim Kerja Geopark Kementerian ESDM Aries Kusworo bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani membahas persiapan proses revalidasi Geopark Ijen sebagai bagian UNESCO Global Geopark (UGG) di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (11/2).
Pembaruan tahun 2026 merupakan evaluasi pertama setelah penetapan resmi Geopark Ijen sebagai jaringan geopark UNESCO pada 2023, dan proses revalidasi adalah evaluasi menyeluruh yang wajib dijalani setiap empat tahun untuk memastikan standar internasional tetap terpenuhi.
Hasil evaluasi menentukan status Green Card (dipertahankan), Yellow Card (perbaikan dua tahun), atau Red Card (dicabut).
"Ini adalah revalidasi pertama, maka perlu persiapan karena yang dinilai adalah kemajuan yang sudah dicapai. Saya berharap seluruh pemangku kepentingan Geopark Ijen bisa mempersiapkan ini dengan baik saat asesor melakukan penilaian, dan kami ke sini untuk membahas kesiapan dan melihat langsung progresnya," kata Aries saat bertemu Bupati Ipuk.
Selama di Banyuwangi, tim ini menggelar berbagai agenda untuk mematangkan kesiapan revalidasi yang diperkirakan dilaksanakan pada pertengahan tahun 2026.
Selain menggelar FGD yang diikuti para pelaku pariwisata dan masyarakat di wilayah deliniasi Geopark Ijen (Banyuwangi dan Bondowoso), tim revalidasi juga meninjau sejumlah situs Geopark Ijen, di antaranya Teluk Pang-Pang dan Desa Wisata Wringin Putih untuk melihat praktik pemberdayaan masyarakat di kawasan mangrove.
"Beberapa rekomendasi yang diberikan UNESCO sudah dipenuhi secara bertahap, selain juga aktif bekerjasama dengan UGG yang lain, dan itu menjadi poin tersendiri di penilaian UNESCO," kata Aries Kusworo.
Sementara Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan, pertemuan itu sebagai langkah konkret memperkuat kolaborasi untuk meraih kembali status Green Card UNESCO bagi Geopark Ijen.
"Saya berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama, komitmen kuat dan rencana aksi yang terpadu untuk meraih Green Card pada revalidasi ini," kata Ipuk.
Ia menjelaskan bahwa status Green Card bukan sekadar label, akan tetapi jembatan menuju masa depan yang cerah bagi masyarakat di sekitar Geopark Ijen, yang nantinya akan berdampak positif.
Mulai dari meningkatnya kunjungan wisatawan, lebih banyak investasi, lebih banyak peluang ekonomi dan yang terpenting pelestarian alam dan budaya kawasan Geopark Ijen.
"Saya yakin dengan semangat gotong royong, dedikasi dan komitmen yang kuat dari kita semua, kita bisa menjalankan rekomendasi dari asesor UGG,â kata Ipuk.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Festival Mustika Rasa Digelar Sambut Bulan Bung Karno di Semarang
-
Surat Tuntutan terhadap Hasto Setebal 1.300 Halaman
-
Pemerintah Salurkan Bantuan Ayam Petelur untuk KPM
-
Kemlu Rancang Strategi Nasional untuk Perkuat Kontribusi Diaspora Indonesia
-
Situasi Arus Mudik di Pelabuhan Ketapang
-
Electric PLN Petik Kemenangan Pertama di Final Four, Atasi Pertamina 3-2
-
Sebanyak 64% Responden Sebut Trump Bawa AS ke Arah yang Benar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.