Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Pramono Buka Pintu Audit Lebar-Lebar! Pemprov DKI Gandeng BPKP Benahi Tata Kelola

📅 Rabu, 11 Feb 2026, 17:37 WIB | Oleh:
Gubernur Pramono Buka Pintu Audit Lebar-Lebar! Pemprov DKI Gandeng BPKP Benahi Tata Kelola Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menandatangani nota kesepakatan penguatan tata kelola pemerintahan di Balai Kota Jakarta, Rabu (11/2). Penandatanganan dilakukan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dan Kepala BPKP, Muhammad Yusuf Ateh.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menandatangani nota kesepakatan penguatan tata kelola pemerintahan di Balai Kota Jakarta, Rabu (11/2). Penandatanganan dilakukan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dan Kepala BPKP, Muhammad Yusuf Ateh.

Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem pengawasan dan memastikan transformasi Jakarta sebagai kota global dan berbudaya berjalan secara terukur. Pemprov DKI menekankan pentingnya implementasi kebijakan yang objektif, transparan, dan berbasis hasil.

"Kami terus menguatkan upaya untuk mendorong kepatuhan terhadap regulasi, pengelolaan risiko, serta perbaikan tata kelola pemerintahan. Melalui kesepakatan ini, hal tersebut dapat diimplementasikan secara nyata dan terukur melalui program kerja yang jelas, pelaporan berkala, serta evaluasi yang objektif," ujar Pramono.

Menurutnya, kolaborasi dengan BPKP merupakan bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan pemerintahan yang tertib administrasi, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Ia berharap kerja sama ini semakin meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan masyarakat terhadap Pemprov DKI.

"Kami mengharapkan, dan tadi sudah saya sampaikan secara terbuka, bahwa kami mempersilakan BPKP untuk masuk ke Jakarta. Kami tidak memberikan hambatan atau batasan apa pun. Selama yang ingin diaudit dilakukan audit, didalami, dan ditelaah, sepenuhnya kami persilakan. Karena ini bagian dari membangun pemerintahan yang bersih, baik, transparan, terbuka, dan kredibel," jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh menyampaikan, kerja sama ini difokuskan pada penguatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) yang terintegrasi dalam setiap kebijakan. Selain itu, manajemen risiko akan diperkuat sebagai sistem peringatan dini untuk mencegah potensi penyimpangan.

Ia menegaskan, pengawalan akuntabilitas dan efektivitas pembangunan menjadi prioritas agar setiap penggunaan anggaran benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Dengan pengawasan yang terstruktur, pelaksanaan program diharapkan berjalan tanpa hambatan.

"Melalui kesepakatan ini, kami bersyukur Gubernur Pramono mengizinkan kami untuk masuk tanpa halangan dan tanpa batasan. Semuanya nanti akan menjadi bagian dari perbaikan. Jika kami menemukan sesuatu, itu semata-mata untuk menjaga agar jalannya Pemprov DKI benar-benar mulus, tanpa hambatan, tanpa kecurangan, dan tanpa hal-hal yang tidak kita inginkan," ungkap Ateh.

Ia juga mengapresiasi keterbukaan Pemprov DKI yang menempatkan BPKP sebagai mitra strategis dalam menjaga sistem tata kelola pemerintahan yang baik dan kredibel. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam memastikan agenda pembangunan berjalan efektif dan sesuai prinsip good governance.

"Kami diberi kesempatan untuk masuk ke mana saja dan berkontribusi dalam berbagai aspek, termasuk melihat titik-titik yang perlu diperbaiki. Dengan demikian, harapan Pak Gubernur untuk membangun Jakarta sebagai kota global dan berbudaya mudah-mudahan dapat terwujud dengan lancar," pungkasnya.

Dengan adanya nota kesepakatan ini, Pemprov DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk memperkuat transparansi, pengawasan, dan manajemen risiko dalam setiap kebijakan. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi besar mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang bersih, profesional, dan berdaya saing internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...

Jenazah ABK KM Arupadhatu I Dikirim ke Jakarta

33 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Nasional
Jenazah ABK KM Arupadhatu I...
Megapolitan
Polda Metro Jaya Siapkan Pe...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.