- Home
-
- Luar Negeri
-
- Sikapi Kemenangan Takaichi...
Sikapi Kemenangan Takaichi, Tiongkok: Kebijakan Kami Tak Berubah
Selasa, 10 Feb 2026, 10:23 WIBBEIIJING - Pemerintah Tiongkok menyebut kebijakannya tidak berubah terhadap Jepang meski Partai Demokrat Liberal (LDP) yang dipimpin Perdana Menteri Sanae Takaichi berhasil memenangkan mayoritas kursi majelis rendah dan membuka ketegangan lanjutan dengan Beijing.
"Kebijakan Tiongkok terhadap Jepang telah stabil dan konsisten, dan tidak akan berubah karena satu pemilu. Kami sekali lagi mendesak Jepang untuk menarik kembali pernyataan keliru Sanae Takaichi tentang Taiwan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin (9/2).
Partai Demokrat Liberal (LDP) yang dipimpin PM Jepang Sanae Takaichi mendapatkan kemenangan besar dalam pemilu majelis rendah yang berlangsung pada Minggu (8/2), meski hasil resmi belum diumumkan.
Proyeksi berbagai lembaga menempatkan LDP dalam kemenangan terbesar sejak partai dibentuk pada 1955. Jiji Press memproyeksikan LDP meraih 316 dari 465 kursi yang diperebutkan. Sementara NHK memproyeksikan LDP meraup hingga 328 kursi.
Sebelumnya pada 7 November 2025, Takaichi mengatakan penggunaan kekuatan militer Tiongkok terhadap Taiwan, dapat "menimbulkan situasi yang mengancam kelangsungan hidup bagi Jepang" memicu ketegangan hubungan Tiongkok-Jepang secara berkepanjangan.
"Kami minta Jepang mengambil tindakan nyata untuk menunjukkan ketulusan yang diperlukan dalam menegakkan fondasi politik hubungan Tiongkok-Jepang. Pesan kami sangat jelas: rakyat Tiongkok tetap teguh dalam tekad kami untuk melindungi kepentingan inti bangsa," tegas Lin Jian.
Rakyat Tiongkok, kata Lin Jian, akan teguh mempertahankan hasil kemenangan Perang Dunia II dan tatanan internasional pascaperang, serta melawan dan menggagalkan segala bentuk provokasi serta perilaku sembrono dari kekuatan-kekuatan yang menentang Tiongkok.
Meski mengakui pemilu majelis rendah tersebut adalah urusan internal Jepang, tetapi Lin Jian mengatakan pemilu tersebut mencerminkan beberapa masalah mendasar dan struktural serta pandangan, kecenderungan, dan perkembangan tertentu yang muncul serta layak untuk diteliti secara serius oleh orang-orang yang memiliki wawasan di Jepang dan komunitas internasional.
"Pelajaran sejarah masih segar dalam ingatan dan tidak boleh dilupakan. Kami mendesak mereka yang menjalankan pemerintahan Jepang untuk menanggapi dengan serius, bukan mengabaikan, kekhawatiran komunitas internasional, mengikuti jalan pembangunan damai dibanding kembali ke militerisme," papar Lin Jian.
Ia juga mengutarakan harapannya agar pemerintah Jepang dapat mematuhi empat dokumen politik antara Tiongkok dan Jepang daripada mengingkari komitmen yang telah dibuat.
"Jika kekuatan sayap kanan Jepang salah perhitungan dan bertindak sembrono, mereka akan menghadapi perlawanan dari rakyat Jepang dan reaksi keras dari komunitas internasional," ucapnya.
"Kebijakan Tiongkok terhadap Jepang jelas dan mempertahankan kontinuitas dan konsistensi. Pemimpin atau partai politik mana pun yang berkuasa di Jepang, mereka harus mematuhi empat dokumen politik antara Tiongkok dan Jepang serta Konstitusi pasifis Jepang sendiri, dan menghormati komitmen dan kewajiban internasional Jepang," tambah Lin Jian.
Di atas kertas, kursi majelis rendah yang didapat LDP membuat partai tersebut langsung dapat mengesahkan undang-undang karena telah menduduki lebih dari dua pertiga kursi dari total 465 kursi majelis rendah.
Selain itu, LDP bermitra dengan Partai Inovasi Jepang yang dikenal sebagai Ishin sehingga koalisi tersebut mengendalikan 352 kursi.
Dengan kemenangan besar di pemilu, Takaichi dianggap telah lolos ujian. LDP memang memerintah Jepang selama hampir tujuh dekade terakhir tapi partai konservatif tersebut sempat diguncang berbagai skandal sehingga hanya memegang mayoritas tipis sejak hasil buruk pemilu 2024 dan kesulitan meloloskan berbagai rancangan undang-undang.
Pemilih Jepang dinilai memberikan simpati kepada Takaichi karena citranya sebagai perempuan politisi yang merintis karier dari bawah mengingal dunia politik Jepang didominasi politisi pria berusia tua. Para pemilih juga disebut tertarik pada citra Takaichi yang lugas dan pekerja keras, tapi cenderung nasionalistik dan menekankan pada isu keamanan.
Kemenangan tersebut membuka jalan bagi pemotongan pajak yang dijanjikan Takaichi sekaligus meningkatkan pengeluaran militer sebagai seorang ultrakonservatif. Ia juga mendorong kebijakan imigrasi yang lebih ketat serta upaya menghidupkan kembali perekonomian Jepang.
- Hubungan Jepang-Tiongkok
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Sugar Group Harapan Baru Petani Lampung, Tawarkan Kemitraan Tebu yang Janjikan Keuntungan dan Masa Depan Terjamin
-
Misi Rahasia Rupiah: BI dan TNI AL Sisir Perbatasan
-
Tiongkok Tutup Lagi Keran Impor Hasil Laut Jepang
-
Makin Panas! Tiongkok dan Jepang Saling Sindir Terkait Pernyataan Takaichi Soal Taiwan
-
Cek kesehatan gratis siswa di Bali
-
Pasaman Barat Tambah 2.000 Hektare Lahan Jagung Demi Swasembada Pangan 2025
-
Kapal Induk Ketiga Tiongkok, Fujian, Mulai Beroperasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.