Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Potensi Beda Awal Ramadhan 1447 H, Kemenag Tegaskan Perbedaan Metode Penentuan Bulan Hijriah Hal Biasa

📅 Selasa, 10 Feb 2026, 16:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Potensi Beda Awal Ramadhan 1447 H, Kemenag Tegaskan Perbedaan Metode Penentuan Bulan Hijriah Hal Biasa Doc: Antara
Ket. Direktur Urusan Agama Islam Kementerian Agama Aesad Hidayat.

Jakarta - Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama Arsad Hidayat mengatakan potensi perbedaan penetapan awal Ramadhan di Indonesia merupakan hal yang wajar dan kerap terjadi karena perbedaan metode penentuan awal bulan hijriah.

“Sebenarnya kalau berbeda itu biasa gitu, karena cara pandang kemudian cara penetapan dari ormas-ormas Islam tersebut tidak sama,” ujar Arsad di Jakarta, Selasa (10/2).

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah pendekatan yang digunakan dalam penentuan awal Ramadhan. Sebagian ormas Islam menggunakan metode hisab, sebagian menggunakan rukyatul hilal, sementara pendekatan terbaru mengacu pada konsep Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

“Kalau istilahnya Prof Thomas Djamaluddin (astronom BRIN) itu ada hilal global dan hilal lokal. Jelas kalau hilal lokal dengan hilal global, itu sudah pasti berbeda,” katanya.

Arsad menegaskan, pemerintah melalui Kementerian Agama memiliki mekanisme sidang isbat sebagai forum musyawarah untuk menyikapi perbedaan tersebut. Dalam sidang isbat, seluruh organisasi kemasyarakatan Islam diundang untuk menyampaikan pandangan masing-masing.

“Kita undang seluruh ormas Islam, baik Muhammadiyah, NU, Persis, dan yang lain. Kita dengarkan pandangan mereka, kemudian dimusyawarahkan dan diambil keputusan yang maslahat,” ujarnya.

Hasil sidang isbat tersebut, kata Arsad, menjadi dasar penetapan awal bulan suci Ramadhan oleh pemerintah. Ia menambahkan masyarakat perlu menyikapi potensi perbedaan penetapan awal Ramadhan dengan sikap saling menghormati dan saling memahami.

“Perbedaan itu wajar dan kita harus terlatih untuk menghormati perbedaan-perbedaan tersebut,” kata Arsad.

Berdasarkan perhitungan hisab, ijtimak (konjungsi) menjelang Ramadhan 1447 H terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 19.01 WIB.

Posisi hilal saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia berada di bawah ufuk, dengan ketinggian berkisar -2° 24 menit 42 detik hingga -0° 58 menit 47 detik, serta sudut elongasi 0° 56 menit 23 detik hingga 1° 53 menit 36 detik.

Data ini sesuai dengan kriteria visibilitas yang digunakan (seperti MABIMS), sehingga hilal belum memenuhi syarat terlihat secara teoritis.

Merujuk kriteria MABIMS, awal bulan hijriah ditetapkan jika hilal memiliki tinggi minimal 3 derajat dan elongasi atau jarak sudut antara dua benda langit mencapai 6,4 derajat

Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan secara resmi bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026.

Keputusan ini merupakan hasil hisab hakiki Majelis Tarjih dan Tajdid yang berpedoman pada prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sebagaimana tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.