Kementan Bidik Kerja Sama Kesehatan Hewan dan Biosekuriti dengan USDA
Selasa, 10 Feb 2026, 10:15 WIBJAKARTA - Kementerian Pertanian berupaya memperdalam kerja sama teknis dengan Departemen Pertanian AS (USDA) di bidang kesehatan hewan dan biosekuriti nasional untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan daya saing peternakan, kata para pejabat, Senin (9/2).
Upaya ini menyusul kunjungan Wakil Menteri Perdagangan dan Urusan Pertanian Luar Negeri AS, Luke J. Lindberg, ke Jakarta, yang bertujuan untuk memperluas hubungan perdagangan pertanian dan menjajaki kerja sama dalam transfer teknologi, inovasi, dan peningkatan kapasitas.
âKami melihat peluang besar untuk memperluas kerja sama teknis dengan USDA, terutama di bidang kesehatan hewan dan biosekuriti,â kata Agung Suganda, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan di Kementerian Pertanian, dalam sebuah pernyataan.
Ia mengatakan kunjungan tersebut menandai momen penting untuk memperdalam hubungan bilateral. Lindberg didampingi oleh puluhan eksportir dan eksekutif agribisnis AS yang ingin memperkuat hubungan perdagangan dan investasi.
Pembicaraan difokuskan pada peningkatan perdagangan pertanian yang saling menguntungkan, termasuk tindak lanjut negosiasi tentang perjanjian resiprokal perdagangan Indonesia-AS, sambil menjaga keberlanjutan sektor peternakan domestik Indonesia.
Suganda menekankan petani dan produsen kecil tetap menjadi tulang punggung sistem pangan Indonesia dan harus dilindungi. Kerja sama perdagangan harus mendorong pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan, bukan hanya memperluas arus perdagangan.
Ia mengatakan kerja sama teknis akan meningkatkan daya saing sektor peternakan Indonesia di tengah dinamika perdagangan global. Bahwa biosekuriti yang lebih kuat, transfer teknologi, inovasi, dan modal manusia adalah kunci untuk membangun ketahanan dan meningkatkan produksi nilai tambah hilir.
USDA mengatakan kunjungan misi perdagangannya ke Jakarta bertujuan untuk memperluas akses pasar, meningkatkan ekspor pertanian AS, dan memanfaatkan peluang di bawah kerangka perdagangan timbal balik dengan Indonesia.
Misi ini melibatkan 41 perusahaan agribisnis, kelompok perdagangan, dan perwakilan dari tiga departemen pertanian negara bagian AS, yang mencerminkan minat komersial yang kuat di ekonomi terbesar Asia Tenggara.
"Misi ini mengubah perjanjian perdagangan bersejarah dengan Indonesia menjadi penjualan nyata bagi petani dan produsen Amerika," kata Lindberg. Ia menyebut Indonesia sebagai salah satu pasar pertanian dengan pertumbuhan tercepat di kawasan ini.
Ia mengatakan bahwa meningkatnya permintaan akan produk-produk berkualitas tinggi dari AS, dikombinasikan dengan kerja sama bilateral yang lebih erat, dapat memperkuat kemitraan pertanian jangka panjang antara kedua negara.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
BI Umumkan Penyesuaian Kegiatan Operasional Selama Libur Lebaran 2026
-
Ambisi Treble Winners Bayern Diuji Leverkusen di Semifinal Piala Jerman
-
Sikap China Terkait Ancaman Serangan Militer Amerika Serikat ke Iran dan Krisis Energi Global
-
10 Film Terbaik Abad Ini Pilihan Penulis Tersohor Stephen King, Wajib Ditonton Lagi!
-
Kementan Gandeng Pemda Magetan Perkuat Serapan Telur Peternak Rakyat
-
Kemendiktisaintek Terbitkan Edaran Soal Penyesuaian Pola Belajar di Kampus
-
Industri Susu Tingkatkan Produksi Kemasan untuk Program MBG
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.