Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Thailand Kembali Gelar Pemilu untuk Pilih Pemimpin Baru

📅 Senin, 09 Feb 2026, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Thailand Kembali Gelar Pemilu untuk Pilih Pemimpin Baru Doc: AFP/Amaury PAUL
Ket. Seorang petugas dari Komisi Pemilu Thailand sedang menghitung surat suara di sebuah TPS di Bangkok, Thailand, pada Minggu (8/2) sore. Pemilu kali ini digelar setelah Thailand tiga kali ganti PM dalam dua tahun.

BANGKOK - Warga Thailand pada Minggu (8/2) kembali memberikan suara dalam pemilihan di mana kaum reformis progresif jelas memimpin jajak pendapat, tetapi perdana menteri konservatif petahana diperkirakan akan tetap menjabat, dimana hasil ini bisa memperpanjang kebuntuan politik negara tersebut.

Pemerintahan berikutnya di negara Asia tenggara ini perlu menghadapi pertumbuhan ekonomi yang lesu terutama dari sektor pariwisata karena kedatangan wisatawan belum pulih ke tingkat tertinggi sebelum Covid-19.

Pemilu itu digelar saat Thailand berupaya menghancurkan operasi jaringan penipuan siber transnasional di beberapa negara tetangganya serta sengketa perbatasan dengan Kamboja yang sempat memicu pertempuran mematikan dua kali tahun lalu.

"Kita membutuhkan pemimpin yang kuat yang dapat melindungi kedaulatan kita," kata Yuernyong Loonboot, 64 tahun, pemilih pertama yang memberikan suara di tempat pemungutan suara di Buriram, kota kelahiran petahana Perdana Menteri Anutin Charnvirakul. "Tinggal di sini, konflik perbatasan membuat saya cemas. Perang bukanlah sesuatu yang pernah kami pikirkan sebelumnya," imbuh dia.

Tidak ada partai yang diperkirakan akan memenangkan mayoritas mutlak, dan negosiasi koalisi diperkirakan akan menyusul setelah hasil pemilu, yang diperkirakan akan diumumkan Minggu sore setelah pemungutan suara ditutup pukul 17.00 waktu setempat.

Partai Rakyat progresif menjadi pemimpin yang unggul dalam jajak pendapat menjelang pemilu. Namun, meskipun pendahulunya, Move Forward, memenangkan kursi terbanyak pada pemilu terakhir tiga tahun lalu, kandidatnya diblokir dari jabatan perdana menteri dan partai tersebut kemudian dibubarkan.

Pemimpin partai, Natthaphong Ruengpanyawut, mengatakan setelah memberikan suara di Bangkok bahwa ia berharap untuk mendapatkan mandat dari rakyat.

"Kami berjanji kepada rakyat bahwa kami akan membentuk pemerintahan rakyat untuk membawa kebijakan yang bermanfaat bagi semua, bukan hanya segelintir orang di negara ini," tegas dia.

Move Forward dibubarkan setelah pengadilan konstitusional memutuskan bahwa janji mereka untuk mereformasi undang-undang penghinaan kerajaan yang ketat sama dengan upaya untuk menggulingkan monarki konstitusional. Masalah ini tidak menjadi sorotan dalam kampanye Partai Rakyat kali ini.

Sementara itu Anutin mengatakan kepada wartawan bahwa ia berharap para pemilih akan mempercayai mereka. Partai Bhumjaithai pimpinan Anutin berada di urutan kedua dalam jajak pendapat dan para analis memperkirakan pemimpin konservatif dapat mempertahankan jabatan perdana menteri dengan kembali bersekutu dengan Pheu Thai, yang sekarang berada di peringkat ketiga.

Sedangkan Pheu Thai dalam pemilu kali ini mengusung Yodchanan Wongsawat, keponakan dari Thaksin Shinawatra. Ia mengatakan bahwa Thailand harus berubah, tetapi lembaga survei NIDA menempatkan partai tersebut hanya pada 16 persen, jauh dari masa kejayaannya.

Pakar politik, Thitinan Pongsudhirak, menjelang hari pemungutan suara memperingatkan bahwa akan ada kekuatan di luar arena politik di Thailand yang menentukan hasil akhir dari pemilu kali ini. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.