Menko PM: Pers Tak Boleh Kalah dengan Algoritma dan AI
Senin, 09 Feb 2026, 14:35 WIBJAKARTA - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menegaskan masa depan demokrasi bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pers. Di tengah dominasi algoritma dan kecerdasan buatan, ia menilai jurnalisme tetap harus dijaga oleh nurani manusia.
âHari ini ketika setiap detik miliaran keputusan diambil oleh mesin, algoritma, dan sistem kecerdasan artifisial. Arah bangsa baik buruknya demokrasi tetap harus di tangan kualitas media dan pers,â ujar pria yang akrab disapa Cak Imin ini dalam sambutannya pada acara puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, di Serang, Banten, Senin (9/2).
Cak Imin menegaskan bahwa dunia saat ini bergerak sangat cepat dan dinavigasi oleh informasi, data, serta algoritma. Menurut dia, batas antara fakta dan rekayasa kian tipis, sehingga verifikasi menjadi kunci utama kerja jurnalistik.
Ia menilai, jurnalisme memiliki dampak yang tidak pernah netral. Menurut dia, pers berperan sebagai suluh peradaban, motor perubahan, dan kekuatan yang membuka kebingungan arah masyarakat.
âKarena itu kepentingan bangsa tidak akan pernah lepas dari bagaimana pers bekerja. Bagaimana pers menjaga nuraninya dan bagaimana pers memaknai tanggung jawab sejarahnya,â ucap dia.
Cak Imin mengingatkan pers tidak boleh kalah oleh algoritma. Ia mengatakan, teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) harus menjadi alat bantu, bukan pengganti nurani dan empati dalam kerja jurnalistik.
Ia menekankan, pers yang hanya mengandalkan kecepatan dan kecanggihan teknologi berisiko kehilangan makna. Tanpa etika dan verifikasi, jurnalisme dapat melahirkan informasi menyesatkan.
âTanpa sentuhan manusia, jurnalisme berisiko kehilangan empati. Tanpa verifikasi dan etika ia hanya dapat melahirkan berita-berita halusinasi dan tanpa keberpihakan pada kebenaran,â kata Muhaimin.
Karena itu, ia menilai pers yang berorientasi pada nilai kemanusiaan menjadi kebutuhan utama. Masyarakat tidak hanya membutuhkan informasi cepat, tetapi juga akurat, jujur, dan membawa arah kebaikan.
âDisinilah peran krusial pers yang human centered menjadi amatlah sangat penting. Rakyat tidak hanya membutuhkan informasi yang cepat tetapi rakyat membutuhkan informasi akurat, jujur dan membawa arah kebaikan,â kata dia.
Cak Imin mengatakan, jurnalisme perlu terus ditegaskan agar tidak tersingkir oleh dominasi algoritma dan teknologi digital. Ia mengatakan, perkembangan kecerdasan buatan tidak boleh menggerus nilai jurnalistik maupun merusak keberlanjutan ekonomi media. ils/I-1
- Hari Pers Nasional
- Menko PM
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Taman Margasatwa Ragunan Rayakan HUT ke-162
-
DPRD Bali Dorong Pembiayaan Murah bagi Calon Pekerja Migran
-
Taufik Hidayat Beri Apresiasi, Tim Bulu Tangkis Indonesia Selangkah Lagi Raih Emas Asian Games
-
Asian Games Jepang Kacau, Bus Tim Korea Selatan Malah Salah Antar
-
Pemkab Pasaman Barat Minta SPBU Tidak Layani Tangki Modifikasi
-
Inflasi Yogyakarta Tembus 3,31 Persen, Pasokan Beras Disorot
-
Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Wanita Hamil di Bekasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.