Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementerian ESDM Rombak Aturan LPG 3 Kg, Distribusi Pakai Sistem Digital

📅 Senin, 09 Feb 2026, 16:30 WIB | Oleh:
Kementerian ESDM Rombak Aturan LPG 3 Kg, Distribusi Pakai Sistem Digital Doc: Pertamina Patra Niaga
Ket. Pemerintah menyiapkan regulasi baru penyaluran subsidi Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram guna memastikan bantuan energi tersebut hanya dinikmati masyarakat yang berhak.

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan regulasi baru penyaluran subsidi Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram guna memastikan bantuan energi tersebut hanya dinikmati masyarakat yang berhak. Aturan ini disiapkan untuk menggantikan kebijakan lama yang dinilai sudah tidak relevan dengan perkembangan data dan sistem pengawasan saat ini.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman mengatakan kebijakan yang tengah digodok bukan sekadar revisi regulasi sebelumnya, melainkan penyusunan aturan baru yang lebih adaptif dan berbasis data.

"Karena sudah terlalu lama dan dinamikannya sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Setelah dibahas ternyata banyak hal yang harus diubah, jadi ini bukan sekadar revisi, tetapi regulasi baru LPG," ujar Laode dalam Podcast Bukan Abuleke Kementerian ESDM, dikutip Senin (9/2/2026).

Laode menjelaskan, regulasi lama belum mengatur secara tegas kelompok masyarakat yang berhak membeli LPG 3 kilogram. Pembatasan yang ada selama ini hanya bersifat imbauan, sehingga distribusi subsidi kerap melenceng dari sasaran.

"Nah kalau sekarang nanti kita atur. Karena basis data juga sudah bagus dari BPS, kemudian cara monitoring dan pengawasan juga sudah jauh lebih baik," katanya.

Dalam skema baru tersebut, pemerintah akan memanfaatkan sistem digital milik Pertamina, termasuk pendataan berbasis KTP. Melalui sistem ini, distribusi LPG subsidi dapat dipantau secara lebih ketat dari tingkat agen hingga konsumen akhir.

"Dengan sistem ini kita bisa tahu siapa yang membeli LPG 3 kilogram. Tujuannya supaya benar-benar tepat sasaran," ujar Laode.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut diharapkan menciptakan keadilan harga energi bagi masyarakat. Dengan subsidi yang lebih terarah, masyarakat berhak tetap mendapatkan harga terjangkau, sementara kelompok mampu tidak lagi menikmati LPG bersubsidi.

"Ujung-ujungnya seluruh lapisan masyarakat bisa merasakan harga yang sesuai dan sama, sesuai peruntukannya," jelasnya.

Saat ini, penyaluran LPG 3 kilogram masih mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2007 dan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2019. Regulasi baru nantinya diharapkan mampu mengintegrasikan distribusi LPG dari hulu hingga hilir secara lebih tertata.

Wacana pengetatan subsidi LPG ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam merombak skema subsidi energi secara nasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyatakan pemerintah tengah mendesain ulang mekanisme subsidi dan kompensasi energi dalam APBN.

"Kita redesign subsidi supaya lebih tepat sasaran. Karena sekarang setelah kita lihat, yang kaya masih dapat," kata Purbaya dalam rapat di DPR, Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Menurut Purbaya, kelompok masyarakat yang masuk dalam desil 8, 9, dan 10 akan menjadi prioritas pengurangan subsidi. Dana subsidi tersebut nantinya akan dialihkan untuk kelompok masyarakat miskin dan rentan.

"Kalau perlu uangnya kita kembalikan ke desil 1, 2, 3, dan 4 yang lebih miskin," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

22 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

45 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.