Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Riau Ajukan Bantuan TMC dan Helikopter 'Water Bombing' ke BNPB

📅 Senin, 09 Feb 2026, 13:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD Riau Ajukan Bantuan TMC dan Helikopter 'Water Bombing' ke BNPB Doc: ANTARA
Ket. Helikopter untuk penanganan karhutla Provinsi Riau yang sebelumnya sudah dikembalikan ke BNPB.

PEKANBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau mengajukan bantuan teknologi modifikasi cuaca (TMC) dan helikopter water bombing ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Damkar Riau, Jim Gafur, mengatakan kegiatan TMC diharapkan dapat kembali meningkatkan curah hujan di Riau. Sebab, berdasarkan Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika saat ini curah hujan di Riau mulai berkurang.

“Pada Februari ini curah hujan mulai berkurang, terutama di daerah pesisir. Karena itu, kami akan mengajukan bantuan TMC,” katanya di Pekanbaru, Senin (09/2).

Selain mengajukan TMC, pihaknya akan mengajukan bantuan helikopter water bombing. Helikopter ini sangat dibutuhkan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sulit dijangkau oleh tim darat.

Namun demikian, sebelum mengajukan bantuan tersebut, pihaknya terlebih dahulu harus menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan. Saat ini pihaknya masih menunggu penetapan dari tingkat kabupaten/kota terlebih dahulu.

“Sebelum mengajukan bantuan, kita harus menetapkan status siaga darurat karhutla terlebih dahulu. Jika sudah ada kabupaten/kota yang menetapkan, selanjutnya akan ditetapkan status tingkat provinsi,” ujarnya.

Sementara itu, hingga saat ini masih ada lima daerah yang terjadi karhutla. Lima daerah tersebut, yakni Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Pelalawan, dan Kota Dumai.

Untuk karhutla di lima daerah tersebut hingga saat ini masih dalam tahap pemadam dan pendinginan. Dalam melakukan pemadaman tersebut, tim di lapangan juga mendapatkan bantuan dari pihak swasta.

“Saat ini karhutla masih terjadi di Bengkalis, Meranti, Siak, Pelalawan, dan Dumai,” katanya.

Pada hari ini terdeteksi 80 titik panas di Provinsi Riau. Titik panas tersebut terbanyak berada di Kabupaten Pelalawan (54), Indragiri Hilir (10), Siak (6), Kota Dumai (4), Bengkalis (4), dan Rokan Hilir (1).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Megapolitan
Siapa di Balik Aksi Rusuh P...
Nasional
Waspada El Nino! Pemerintah...
Daerah
Bukan Sekadar Lepas Tukik! ...
Olahraga
Pesan Agassi untuk Raducanu...
Advertisement
Ubed Pahlawan Medali Emas, Indonesia Gulung Tiongkok 3-2

Ubed Pahlawan Medali Emas, Indonesia Gulung Tiongkok 3-2

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.