MBG di Bengkayang Masih Bertahap, Pemkab Dorong Percepatan Cakupan 100 Persen
Minggu, 08 Feb 2026, 17:40 WIBBengkayang - Pemerintah Kabupaten Bengkayang mendorong percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar dapat menjangkau 100 persen siswa di seluruh wilayah Bengkayang, meskipun saat ini implementasinya masih berlangsung secara bertahap.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Heru Pujiono, mengatakan program MBG yang saat ini berjalan telah memberikan manfaat nyata, namun perlu percepatan agar seluruh peserta didik dapat merasakannya secara merata.
âDari total sekitar 65 ribu murid di Kabupaten Bengkayang, saat ini baru 22.806 murid yang sudah menerima manfaat MBG. Ini menjadi perhatian kami agar cakupannya bisa segera 100 persen,â kata Heru di Bengkayang, Minggu (8/2).
Ia menyampaikan, dari 605 satuan pendidikan yang ada di Bengkayang, baru sekitar 132 sekolah yang terlayani program MBG. Kondisi tersebut, menurutnya, bukan karena perbedaan prioritas penerima, melainkan keterbatasan sarana pendukung serta tantangan geografis daerah.
âWilayah Bengkayang terdiri dari daerah perkotaan, pesisir, pedalaman, hingga perbatasan. Ini memengaruhi distribusi dan operasional layanan MBG,â ujarnya.
Heru menjelaskan, secara ideal Bengkayang membutuhkan 21 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung cakupan penuh program MBG. Namun hingga saat ini baru 14 SPPG yang telah beroperasi aktif.
âKarena itu, percepatan pembentukan dan pengoperasian SPPG menjadi kunci agar seluruh siswa bisa terlayani,â katanya.
Untuk mendukung pemerataan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), Pemkab Bengkayang telah mencadangkan sedikitnya 49 dapur MBG. Dapur-dapur tersebut akan melayani daerah dengan akses terbatas seperti Sungkung, Sejangkung, sejumlah wilayah Lembah Bawang, serta kawasan pesisir dan pulau, termasuk Pulau Kabung.
Ia menambahkan, pelaksanaan MBG di daerah 3T akan dilakukan secara terintegrasi dengan program sektor kesehatan, sehingga sasarannya tidak hanya siswa sekolah, tetapi juga ibu hamil, balita, dan bayi.
âModel ini kami dorong agar program lebih efektif dan berkelanjutan, terutama di wilayah dengan jumlah siswa yang terbatas,â ujar Heru.
Berdasarkan laporan perkembangan program MBG per 7 Februari 2026, saat ini terdapat 16 titik operasional MBG di 10 kecamatan, yakni Bengkayang, Sungai Betung, Sungai Raya, Sungai Raya Kepulauan, Monterado, Samalantan, Jagoi Babang, Teriak, Capkala, dan Seluas.
Dari titik tersebut, sebanyak 24.569 siswa di 145 sekolah jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK telah menerima manfaat MBG. Adapun potensi total penerima berdasarkan data Dapodik mencapai 59.805 siswa dari 608 sekolah.
Pemerintah Kabupaten Bengkayang katanya, akan terus berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mempercepat perluasan layanan, sehingga target cakupan MBG 100 persen dapat segera terwujud di seluruh wilayah Bengkayang.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Satlap Tri Cakti dan Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Bijih Timah Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.