Wamendikdasmen: Bandung jadi Pionir Gerakan Jumat Bersih Melalui Gotong Royong di Sekolah

Sabtu, 07 Feb 2026, 23:00 WIB

BANDUNG - Kota Bandung ditetapkan sebagai salah satu pelopor pelaksanaan gerakan nasional Jumat Bersih yang digagas pemerintah sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah).

Pencanangan tersebut dilakukan di SMP Negeri 70 Bandung pada Jumat (6/2) bersama Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq dan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.

Ket. Foto: Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan dan Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq — Sumber: Humas Kota Bandung

Wamendikdasmen, Fajar Riza Ul Haq menjelaskan, gerakan Jumat Bersih merupakan upaya menghidupkan kembali budaya gotong royong dan kepedulian lingkungan di sekolah-sekolah. Kebiasaan bersih-bersih yang dulu rutin dilakukan siswa kini perlu dihidupkan kembali sebagai bagian dari pembiasaan karakter sejak dini.

“Ini bukan sekadar bersih-bersih, tapi membangun kesadaran anak-anak kita agar peduli lingkungan. Presiden mengingatkan, Indonesia sedang mengalami darurat sampah. Produksi sampah nasional mencapai sekitar 142 ribu ton per hari, namun yang bisa terolah baru sekitar 24 persen,” kata Fajar.

Ia mengingatkan peran sekolah dalam membentuk perilaku ramah lingkungan, mulai dari memilah sampah organik dan non-organik, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga membiasakan membawa tumbler dari rumah. Menurut dia, kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan berdampak besar bagi lingkungan.

Selain itu, Fajar juga mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui program Pager Bersih (Pelajar Bergerak Bersih-bersih) yang dinilainya bisa menjadi contoh bagi daerah lain.

“Setiap daerah perlu punya kreativitas. Bandung menunjukkan bahwa gerakan Jumat Bersih bisa dikemas secara menarik dan melibatkan pelajar secara aktif,” ujar dia.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan bahwa instruksi Presiden terkait penanganan sampah melibatkan seluruh elemen, termasuk TNI, Polri dan pelajar. Kota Bandung siap menerjemahkan kebijakan nasional tersebut dalam program nyata di tingkat sekolah dan kewilayahan.

“Gerakan Jumat Bersih di Bandung kami terjemahkan dalam program Pager Bersih. Ini bukan kegiatan seremonial, tapi bagian dari sistem penanganan sampah yang sedang kami bangun, termasuk pengelolaan food waste dari program makan bergizi di sekolah agar tidak semuanya dibawa ke pusat pengolahan,” ujar Wali Kota Farhan.

Wali Kota Farhan pun mengatakan bahwa Pemkot Bandung juga mulai mendorong pengelolaan sampah organik di lingkungan sekolah melalui komposting atau metode lain sesuai kemampuan masing-masing sekolah.

Menurut dia, tanggung jawab pengelolaan ini berada pada kepala sekolah dan unsur kewilayahan, termasuk kelurahan dan RW agar tercipta kolaborasi lintas sektor.

“Sekolah bisa menjadi pusat edukasi sekaligus solusi pengelolaan sampah di lingkungan sekitar. Ini sejalan dengan semangat membangun budaya hidup bersih dan sehat sejak dini,” tutur dia.

Melalui gerakan tersebut, pemerintah pusat dan daerah berharap lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter peduli lingkungan. Kota Bandung pun diproyeksikan menjadi model nasional dalam membangun ekosistem pendidikan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. ils/I-1

  • Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
  • program jumat bersih

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.