Gorontalo Perkuat Kemandirian Pangan Melalui Hilirisasi Ternak Ayam

Sabtu, 07 Feb 2026, 07:15 WIB

Gorontal -- Pemerintah Provinsi Gorontalo memperkuat kemandirian pangan melalui program hilirisasi industri ternak ayam terintegrasi.

"Alhamdulillah daerah kita menjadi salah satu yang terpilih dalam program yang diinisiasi Danantara Indonesia melalui PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD. Kita sudah berhasil melewati tahap awal yaitu ground breaking program tersebut yang dipusatkan di Desa Tolongio Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara," kata Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie di Gorontalo, Sabtu.

Ket. Foto: Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie (tiga dari kanan) pada kegiatan Ground Breaking Program Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi yang dipusatkan di Desa Tolongio Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, pada Jumat (6/2). — Sumber: ANTARA/Susanti Sako

Ia menyatakan sangat menyambut baik pelaksanaan program hilirisasi industri ayam terintegrasi yang dinilai strategis dalam mendukung kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Program yang segera direalisasikan ini tentu menjadi kabar gembira bagi masyarakat," katanya.

Ia mengikuti kegiatan ground breaking yang dilaksanakan secara daring dan serentak pada Jumat petang (6/2) dari Jakarta dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, serta diikuti oleh enam wilayah pengembangan, yakni Provinsi Lampung, Gorontalo, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

"Saya merasa sangat beruntung mengikuti kegiatan ground breaking ini, sebab program hilirisasi ayam terintegrasi memiliki dampak langsung terhadap penguatan sektor peternakan daerah dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Gorontalo Utara. Ini pun sinergi dengan cita-cita pemerintah daerah khususnya di Gorontalo Utara dalam mewujudkan apa yang disampaikan masyarakat," kata Idah.

"Tentu kami Pemerintah Provinsi Gorontalo menyambut baik program hilirisasi peternakan ayam terintegrasi, karena sangat strategis dan sejalan dengan program prioritas nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis,” ujarnya menambahkan.

Menurut dia keberadaan industri peternakan ayam terintegrasi akan mendukung ketersediaan bahan pangan bergizi, terutama daging ayam dan telur, yang menjadi salah satu kebutuhan utama dalam pelaksanaan program MBG.

“Program ini tidak hanya mendukung pelaksanaan MBG, tetapi juga berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat Indonesia secara berkelanjutan,” katanya.

Pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi dirancang dalam satu sistem produksi yang menyeluruh, mulai dari pembibitan ayam, pabrik pakan, rumah potong hewan unggas, hingga unit pengolahan dan distribusi hasil peternakan.

Ia berharap implementasi program ini dapat mendorong pengembangan subsektor peternakan di daerah, memperkuat ketersediaan produk unggas nasional, membuka lapangan kerja baru, serta menggerakkan perekonomian desa dan masyarakat di sekitar kawasan pengembangan.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.