Mudik Hampir Tiba, Lewat Jalur Selatan Saja Biar Lancar

Jumat, 06 Feb 2026, 09:51 WIB

BANDUNG – Sebentar lagi era mudik terjadi. untuk mengurangi kepadatan, pemudik arah ke timur dianjurkan mencoba lewat jaluar selatan. Kepolisian Daerah Jawa Barat mencatat rute selatan Cianjur layak dijadikan jalur alternatif mudik Lebaran 2026, namun perlu sejumlah perbaikan dan penambahan rambu serta penerangan jalan umum.

Hal tersebut diungkapkan Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan di Cianjur, Kamis, saat melakukan peninjauan langsung kondisi jalur Jabar selatan mulai dari Sukabumi, Cianjur, Garut, hingga perbatasan Jabar dan Jawa Tengah. "Kami segera melakukan evaluasi setelah meninjau langsung ke jalur selatan Jabar, sehingga dapat dinyatakan layak dilalui kendaraan sebagai jalur alternatif saat mudik 2026," katanya.

Dia menjelaskan keberadaan jalur alternatif selatan Jabar dapat memecah kepadatan arus kendaraan di jalur tengah dan jalur utara Jabar saat arus mudik dan balik lebaran, dapat melintas mulai dari Lebak Banten, Sukabumi, Cianjur, Garut dan seterusnya.

Ket. Foto: jalur mudik — Sumber: ists

Guna kelancaran arus saat mudik lebaran, tambah dia, ada beberapa hal yang harus diperbaiki dan dipersiapkan agar jalur Jabar selatan lebih aman dan nyaman saat dilalui pemudik. Dia menjelaskan di sepanjang jalur Jabar selatan terdapat potensi terjadinya kecelakaan, blackspot di wilayah hukum Sukabumi sehingga perlu ditambah rambu peringatan, dimana pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

"Kami juga akan memberikan masukan terkait minim penerangan jalan umum di sepanjang jalur Jabar Selatan, sehingga membuat pemudik atau pengendara tidak memilih jalur tersebut," katanya.

Dia menegaskan setelah melakukan peninjauan langsung ke jalur selatan Jabar, pihaknya langsung melakukan evaluasi dengan menggelar rapat bersama pemerintah daerah agar sejumlah kekurangan dapat dipenuhi sehingga jalur selatan layak dilalui saat mudik 2026.

"Segera dilakukan evaluasi dan rapat koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah daerah, sehingga jalur selatan Jabar dapat dilalui pemudik dengan aman dan nyaman tanpa harus terjebak antrean di jalur utama," katanya.

Daop 9 Jember

Sementara itu, untuk mudik lebaran, sebanyak 16.000 tiket kereta api untuk wilayah PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 9 Jember sudah terjual. Ini untuk periode keberangkatan 11 hingga 21 Maret 2026.

"Kami telah membuka penjualan tiket untuk momen Lebaran 2026 dengan sistem pemesanan tiket H-45 sebelum keberangkatan, sehingga masyarakat dapat mengamankan tiket jauh-jauh hari sesuai kebutuhan," kata Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Cahyo Widiantoro di Jember, Jawa Timur, Kamis.

Menurut dia, masyarakat antusias membeli tiket kereta api lebih awal untuk mudik pada periode Lebaran tahun ini karena berdasarkan data penjualan tiket per 5 Februari 2026, tercatat sebanyak 16.000 tiket telah terjual untuk periode keberangkatan 11 hingga 21 Maret 2026.

"Angka itu menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu saat mudik Lebaran," tuturnya. Meski demikian, pihak KAI mencatat bahwa ketersediaan tiket pada periode yang sama masih cukup banyak dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang mudik ke kampung halamannya.

Untuk sejumlah relasi favorit, KAI Daop 9 Jember memastikan tiket masih tersedia dalam kapasitas yang memadai yang tersebar di berbagai kereta api dengan tujuan tertentu.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.