Tradisi Ziarah Kubro 2026: Pemkot Palembang Targetkan 30.000 Jamaah dari Berbagai Daerah hingga Timur Tengah

Kamis, 05 Feb 2026, 19:44 WIB

PALEMBANG - Pemerintah Kota Palembang memprakirakan sebanyak 30.000 orang bakal mengikuti kegiatan keagamaan menjelang Ramadan tradisi Ziarah Kubro di Palembang, Sumatera Selatan, 6-8 Februari 2026.

Sekretaris Daerah Kota Palembang Aprizal Hasyim di Palembang, Kamis (5/2), mengatakan, pemerintah kota serius dalam mempersiapkan kegiatan ziarah massal ke makam para ulama, wali, dan pendiri Kesultanan Palembang Darussalam itu karena jumlah peserta yang mencapai puluhan ribu itu.

Ket. Foto: Peziarah melakukan arak-arakan pada puncak ziarah kubro dari kawasan Pasar Kuto hingga ke pemakaman Kesultanan Palembang Darussalam di Kompleks Pemakaman Kawah Tengkurep Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (12/3). — Sumber: ANTARA/ Feny Selly

“Insya Allah, dengan kolaborasi seluruh stakeholder, Ziarah Kubro 2026 ini akan menjadi terakbar. Semua pihak menyiapkan diri sesuai tugas dan fungsimasing-masing, sekaligus menjadikannya sebagai ladang amal ibadah,” ujarnya. 

Pemkot Palembang telah berkoordinasi dengan Polrestabes Palembang untuk memastikan keamanan peziarah. Selain itu juga memerintahkan ke  Satpol PP untuk menertibkan pengamen dan gelandangan dan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk merekayasa lalu lintas dan manajemen parkir.  

“Pengamanan akan disiagakan di setiap lokasi ziarah. Kami ingin para peziarah merasa aman dan nyaman selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” tegas Aprizal.

Selain pengamanan, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga dikerahkan, Dinas PUPR memperbaiki drainase dan ruas jalan menuju lokasi ziarah, Satpol PP menertibkan kawasan publik agar tetap kondusif, Dishub menyiapkan jalur khusus dan titik parkir untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.  

Ziarah Kubro 2026 yang digelar bertepatan dengan 18 - 20 Sya’ban 1447 H ini akan dihadiri oleh ribuan peziarah dari berbagai daerah di Tanah Air hingga sejumlah negara Timur Tengah. 

Tradisi Ziarah Kubro akan berlangsung selama tiga hari dengan mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah di Palembang Darussalam sebagai wujud penghormatan terhadap para ulama yang telah berjuang menyebarkan dakwah di Bumi Sriwijaya.

"Dengan persiapan matang, sinergi lintas instansi, serta dukungan masyarakat, Ziarah Kubro 2026 diharapkan menjadi magnet wisata religi terbesar di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Palembang sebagai kota bersejarah yang kaya akan nilai spiritual," kata dia.

Kegiatan Ziarah Kubro akan diisi juga dengan arak-arakan massal yakni ribuan jemaah pawai jalan kaki sambil membawa umbul-umbul bertuliskan kalimat tauhid dan asmaul husna. Para jemaah laki-laki yang ikut serta biasanya kompak mengenakan pakaian gamis atau baju koko berwarna putih sehingga menciptakan pemandangan yang ikonik di jalanan Palembang.

Kemudian, peserta melakukan dzikir dan selawat sepanjang perjalanan dan di lokasi makam sehingga suasana akan kental dengan lantunan doa, selawat, dan pembacaan kitab-kitab sejarah ulama terdahulu.

Lalu, tradisi makan bersama yakni tradisi makan "Nasi Minyak" atau "Nasi Kebuli" bersama dalam satu nampan (sepiring berdua/bertiga) setelah prosesi ziarah selesai. Ant

Berikut ini jadwal kegiatan Ziarah Kubro

Jumat, 6 Februari 2026 

- 06.00–10.00 WIB | Masjid Darul Muttaqien  

  Rauhah & Haul Al Habib Ahmad Abdullah Al Habsyi  

- 16.00–20.00 WIB | Ponpes Ar Riyadh, 13 Ulu  

Sabtu, 7 Februari 2026 

- 06.00–10.00 WIB | 12–16 Ulu  

  Haul Al Faqihil Muqoddam Tsani  

- 18.00–20.00 WIB | Kampung Al Munawar  

Minggu, 8 Februari 2026 

- 06.30–08.15 WIB | Sei Bayas, 8 Ilir  

  Ziarah Kubro Ulama dan Auliya Palembang Darussalam  

- 08.15 WIB–selesai | Wisata Bahari  

- 16.00–19.00 WIB | BKB & Makam Kyai Muara Ogan  

  • Tradisi Ziarah Kubro 2026

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.