Menteri PU Siap Terapkan Gentengisasi dalam Pembangunan Sekolah Rakyat

Rabu, 04 Feb 2026, 15:47 WIB

JAKARTA -- Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan pihaknya siap menerapkan gerakan nasional penggantian atap seng menjadi genteng berbahan tanah liat atau "gentengisasi" dalam pembangunan Sekolah Rakyat.

"Iya, memang yang 104 lokasi (Sekolah Rakyat) itu memang kita dari awal desainnya desain genteng, bukan menggunakan atap asbes atau lainnya," ujar Dody ditemui di Kompleks DPR RI Jakarta pada Rabu.

Ket. Foto: Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/2). — Sumber: ANTARA/Aji Cakti

Menurut dia, selain melindungi dari cuaca panas, atap genteng juga dari segi estetika lebih bagus.

"Kemarin disampaikan oleh Bapak Presiden RI karena Beliau tidak mau masyarakat itu kepanasan, terus dari segi estetika juga lebih bagus genteng daripada apa, atap seng atau asbes gitu. Dan genteng merupakan produk dalam negeri," katanya.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melanjutkan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tahap II yang tersebar di 104 lokasi di seluruh Indonesia.

Pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Penyediaan infrastruktur pendidikan yang layak menjadi fondasi penting untuk mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing.

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto menginginkan adanya gerakan nasional penggantian atap seng menjadi genteng berbahan tanah liat atau "gentengisasi" sebagai bagian dari upaya memperindah wajah Indonesia.

Presiden mengatakan bahwa penggunaan atap seng masih banyak mendominasi rumah-rumah di Indonesia.

Menurut dia, hal ini tidak hanya membuat lingkungan terlihat kurang indah, tetapi juga berdampak pada kenyamanan penghuni rumah karena cenderung panas dan mudah berkarat.

Pemerintah tengah menyiapkan skema pendanaan kolaboratif dalam pelaksanaan program gentengisasi yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan pemerintah masih merumuskan skema pendanaan program tersebut bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

Ia menjelaskan pelaksanaan program gentengisasi ini tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Menurut dia, pemerintah menginginkan pihak perorangan ataupun swasta turut serta dalam program ini.

Selain menyiapkan skema pendanaan, pemerintah juga tengah membahas aspek teknis pelaksanaan program, termasuk pengembangan teknologi produksi genteng dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan di lapangan.

Program gentengisasi sendiri merupakan bagian dari agenda penataan lingkungan yang lebih luas, mencakup pengelolaan sampah, penertiban papan reklame dan baliho, serta penataan kabel-kabel di kawasan perkotaan.

  • Gentengisasi

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.