Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Darurat Sampah Pantai Kesenden: Terungkap Asal Muasal Limbah Ini

📅 Rabu, 04 Feb 2026, 19:00 WIB | Oleh:
Darurat Sampah Pantai Kesenden: Terungkap Asal Muasal Limbah Ini Doc: ANTARA/Fathnur Rohman
Ket. Kondisi tumpukan sampah di kawasan Pantai Kesenden Kota Cirebon, Jawa Barat, Rabu (4/2).

CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, tengah melakukan upaya intensif untuk menangani tumpukan sampah plastik dan limbah rumah tangga yang mengepung kawasan Pantai Kesenden.

Fenomena ini disinyalir merupakan dampak dari residu sampah kiriman melalui aliran Sungai Kedung Pane dan sejumlah anak sungai lainnya yang bermuara ke laut, terutama saat cuaca ekstrem melanda dalam beberapa bulan terakhir.

Wali Kota Cirebon Effendi Edo di Cirebon, Rabu, mengatakan pemerintah daerah telah mulai bergerak menangani persoalan tersebut, meskipun upaya ini tidak dapat dilakukan hanya oleh satu pihak tanpa dukungan masyarakat.

Ia menjelaskan penanganan sampah, termasuk di kawasan pesisir, menjadi salah satu perhatian pemerintah pusat, sehingga pemerintah daerah menindaklanjutinya di tingkat lokal.

“Menyinggung beberapa persoalan, termasuk penataan kabel dan sampah. Untuk sampah juga kita sudah mulai bergerak dari beberapa minggu yang lalu,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu kembali ditertibkan, khususnya berkaitan dengan perilaku pengelolaan sampah di tengah masyarakat.

Menurut dia, pembersihan sampah tidak akan berjalan efektif, jika hanya mengandalkan peran pemerintah tanpa keterlibatan aktif masyarakat.

Ia juga mengajak warga untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan, mulai dari tingkat rumah tangga hingga kawasan pemukiman.

“Pemerintah terus membersihkan sampah, tapi saya berharap kerja sama masyarakat,” katanya.

Ia menyebut Kota Cirebon sebelumnya sempat dikenai sanksi oleh Kementerian Lingkungan Hidup (LH), terkait pengelolaan sampah, namun seluruh target perbaikan telah dipenuhi.

“Kota Cirebon memang sempat kena sanksi, tapi hal itu sudah selesai dan target dari Kementerian LH sudah kita penuhi,” ujarnya.

Meski sanksi telah dicabut, Edo menegaskan pemerintah daerah akan terus mendorong perbaikan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Sementara itu, Lurah Kesenden Ruliyanto mengatakan tumpukan sampah di kawasan pantai tidak sepenuhnya berasal dari aktivitas warga pesisir, melainkan kiriman dari aliran Sungai Kedung Pane dan sejumlah anak sungai lainnya.

Sebagai langkah penanganan awal, pihaknya bersama instansi terkait berencana menggelar aksi bersih-bersih Pantai Kesenden bersama Polairud, Dinas LH, dan TNI pada pekan kedua Februari 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Capaian realisasi investasi nasional

27 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

27 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.