Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mandalika Tak Hanya Soal Sirkuit, ITDC Genjot Wisata Berbasis Budaya

📅 Minggu, 01 Feb 2026, 17:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mandalika Tak Hanya Soal Sirkuit, ITDC Genjot Wisata Berbasis Budaya Doc: ANTARA/Akhyar Rosidi.
Ket. Kegiatan Budaya di KEK Mandalika, Nusa Tenggara Barat di Lombok Tengah, Minggu (01/02/2026),

LOMBOK TENGAH – Mengoptimalkan aktivitas wisata berbasis budaya menjadi penting untuk memperkuat daya saing pariwisata sekaligus menjaga keberlanjutan nilai-nilai lokal.

Wisata budaya tidak hanya mendorong perputaran ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan UMKM, tetapi juga berfungsi sebagai medium pelestarian tradisi dan identitas komunitas.

Dengan pengelolaan yang terencana—mulai dari kurasi atraksi, peningkatan kualitas SDM, hingga promosi yang tepat sasaran—wisata budaya dapat memberikan manfaat ekonomi jangka panjang tanpa menggerus keaslian budaya setempat.

InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menggelar Mandalika Art Performance atau sebuah atraksi seni dalam mengoptimalkan aktivitas wisata berbasis budaya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Kegiatan ini menyuguhkan sebuah pengalaman baru kepada wisatawan dan masyarakat," kata PGS General Manager The Mandalika Agus Setiawan di Lombok Tengah, Minggu (1/2).

Mandalika Art Performance menampilkan beragam pertunjukan seni khas Lombok, mulai dari Tari Gandrung, Tari Beriuk Tinjal, Gending Sasak, Cilokak Ensemble, hingga Tari Gendang dan Peresean yang jadi daya tarik bagi wisatawan.

"Program ini menjadi bentuk uji coba aktivasi kawasan berbasis budaya, dan sekaligus sebagai pijakan awal dalam memperkaya pengalaman berwisata di The Mandalika, yang tak cuma menyajikan pesona keindahan alam dan event olahraga saja, tetapi juga melalui kekayaan seni budaya masyarakat Sasak," katanya.

Ia mengatakan ini adalah langkah awal dari upaya menghadirkan pengalaman budaya yang lebih hidup di kawasan The Mandalika.

"Kami ingin melihat bagaimana aktivasi berbasis seni dan budaya ini dapat menarik wisatawan, menghidupkan area Bazaar Mandalika, sekaligus memberi ruang bagi pelaku seni lokal untuk tampil,” ujarnya.

Pertunjukan ini melibatkan sejumlah komunitas dan pelaku budaya dari Desa Kuta, termasuk sanggar seni lokal, Karang Taruna, serta anak-anak Mandalika Child Learning Center (MCLC).

Anak-anak binaan ITDC tersebut difasilitasi mengikuti pelatihan tari bersama sanggar lokal sebelum tampil di acara ini. Keterlibatan mereka menghadirkan nuansa yang lebih autentik sekaligus mencerminkan upaya berkelanjutan dalam menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Sasak.

Selain menjadi sarana hiburan bagi wisatawan, gelaran ini juga diharap bisa berdampak langsung bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di area Bazaar Mandalika. Sebab, aktivasi ini ikut meningkatkan kunjungan ke area komersial, terutama di luar periode event besar.

“Kami ingin melihat bagaimana seni dan budaya dapat menjadi pemantik interaksi di kawasan. Hari ini adalah kesempatan bagi kami untuk belajar, mengevaluasi, dan melihat potensi ke depan,” tambah Agus.

Dalam perspektif ESG ITDC, Mandalika Art Performance mencerminkan praktik Cultural Guardianship, yaitu pendekatan pengembangan kawasan pariwisata yang menempatkan masyarakat sebagai penjaga sekaligus penggerak nilai-nilai budaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.