Enam Jembatan Baru akan Dibangun untuk Memudahkan Warga Tukka Beraktivitas

Jumat, 30 Jan 2026, 22:57 WIB

Sigiring Giring - Warga Desa Sigiring-Giring, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Utara, mengaku senang dengan kecepatan pembangunan jembatan dan pembukaan akses jalan yang dilakukan prajurit TNI bersama pemerintah usai bencana hidrometeorologi yang terjadi di daerah tersebut pada 25 November 2025.

“Kami masyarakat Desa Sigiring-Giring berterima kasih karena pembukaan akses jalan ini termasuk cepat,” kata Kepala Desa Sigiring-Giring, Harapa Polha Sitompul di Sigiring-Giring, Kecamatan Tukka, tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat.

Ket. Foto: Warga berjalan kaki dari Desa Sigiring-Giring menuju Desa Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara yang tidak dapat dilalui kendaraan akibat bencana banjir bandang dan longsor pada Jumat (30/1/2026). — Sumber: Antara

Dia berharap akses jalan ini cepat diselesaikan agar dapat dilalui oleh kendaraan dan membantu masyarakat untuk mengambil hasil panen maupun mengunjungi rumah mereka yang terdampak bencana.

“Total ada 30 rumah yang rusak berat dan rusak ringan,” kata Polha.

Ia mengatakan saat ini Desa Sigiring-Giring ini sudah kosong dan warga sudah pindah ke rusunawa yang menjadi lokasi hunian sementara dan sebagian ada yang menumpang di rumah keluarga mereka.

Menurut dia, warga masih ada yang tinggal di lokasi di atas seperti Desa Sait Kalangan II dan Desa Tapian Nauli Saur Manggita, sehingga pembukaan akses jalan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Kami sangat berharap ini segera selesai,” ujarnya.

Prajurit TNI terus bekerja keras membuka akses jalan ke sejumlah desa terisolir di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Utara yang masih belum dapat dilalui kendaraan hingga saat ini.

"Ada 13 titik longsor dan kami membangun enam jembatan untuk menghidupkan akses dari Desa Hutanabolon ke Desa Sigiring-Giring yang masih terputus saat ini," kata Komandan Detasemen Zeni Bangunan (Den Zibang) Kodam I Bukit Barisan, Mayor Czi Johan Sianturi di Hutanabolon, Jumat.

Selain Desa Sigiring-Giring, jalan tersebut juga menghubungkan Desa Hutanabolon dengan Desa Sait Kalangan II dan Desa Saur Manggita yang membuat daerah ini masih terisolir karena timbunan longsor dan jembatan rusak akibat banjir bandang dan longsor.

Selain itu ada enam jembatan yang dibangun baru dan sisanya jembatan permanen yang diperbaiki di lokasi ini.

“Untuk enam jembatan saat ini kami mengerjakan jembatan keempat,” kata dia.

  • Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.