Urai Kemacetan Aglomerasi MRT Ekspansi ke Banten

Kamis, 29 Jan 2026, 04:55 WIB

JAKARTA — PT MRT Jakarta (Perseroda) menyiapkan perluasan layanan ke wilayah Banten melalui pengembangan jalur East–West Phase 2 sisi barat dengan rute Kembangan–Balaraja. Proyek ini dirancang menjadi koridor penghubung baru antara Jakarta Barat dan Kabupaten Tangerang.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, menuturkan, pengembangan jalur lintas provinsi tersebut telah memasuki tahap awal perencanaan teknis dan skema kerja sama pembiayaan. Ia menyebut proyek ini akan melibatkan sektor swasta guna mempercepat realisasi pembangunan.

Ket. Foto: PT MRT Jakarta menyiapkan perluasan layanan ke wilayah Banten melalui pengembangan jalur East–West Phase 2 sisi barat dengan rute Kembangan–Balaraja. — Sumber: Koran Jakarta/Paundra

“Untuk jalur East–West sisi Banten akan dilakukan kesepakatan MoU antara MRT Jakarta dan para developer sebagai langkah awal penjajakan kontribusi pembiayaan infrastruktur,” kata Tuhiyat di Jakarta, Rabu (28/1). Berdasarkan paparan MRT Jakarta, jalur Kembangan–Balaraja memiliki panjang lintasan 29,9 kilometer. Koridor ini akan dilengkapi dengan 14 stasiun serta satu depo utama di Balaraja.

Tuhiyat menjelaskan seluruh lintasan dirancang menggunakan jalur layang atau elevated. Menurutnya, konsep tersebut dipilih untuk menyesuaikan dengan kondisi kawasan perkotaan yang padat serta meminimalkan kebutuhan pembebasan lahan.“Tipe jalurnya elevated, sehingga secara teknis lebih memungkinkan untuk dikembangkan, tanpa mengganggu aktivitas utama koridor jalan,” ujarnya.

Dia menambahkan MRT Jakarta akan menggandeng tujuh pengembang di sepanjang trase Kembangan–Balaraja. Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendorong percepatan pembangunan sekaligus mengintegrasikan kawasan berbasis transit. “Kita mulai dari MoU dengan tujuh developer. Setelah itu baru masuk ke pembahasan teknis lanjutan, termasuk pembiayaan dan desain kawasan,” kata Tuhiyat. 

Menurut Tuhiyat, ekspansi ke Banten merupakan bagian dari strategi jangka panjang MRT Jakarta dalam membangun sistem transportasi massal terintegrasi di wilayah aglomerasi Jabodetabek. Ia menilai kebutuhan mobilitas lintas daerah terus meningkat seiring pertumbuhan kawasan penyangga ibu kota.

“Kita ingin MRT tidak hanya melayani Jakarta, tapi juga kawasan sekitarnya. Pergerakan masyarakat dari Tangerang ke Jakarta dan sebaliknya sangat besar,” ujarnya. Ia menegaskan proyek ini tetap akan mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan, serta keberlanjutan operasional.

  • MRT Banten

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.