Selama Ramadhan, Film Bioskop Tak Dibatasi, LSF: Penonton Lebih Selektif Pilih Tontonan
Kamis, 29 Jan 2026, 12:35 WIBJAKARTA - Lembaga Sensor Film (LSF) mengatakan bahwa menjelang bulan Ramadhan pihaknya tidak menetapkan batasan khusus genre film yang tayang di bioskop Indonesia, meski demikian tugas pengawasan film tetap berjalan seperti biasa.
âSaya kira semua dibebaskan, itu di luar kewenangan Lembaga Sensor Film. Tapi, kita harus mengawasi, mencatat dan melaporkan,â kata Wakil Ketua LSF Noorca M. Massardi dalam sesi temu awak media di Jakarta, Rabu (28/1).
Ia menambahkan bahwa semua rumah produksi film boleh menyodorkan hasil produksi film termasuk pada momentum Ramadhan.
Pada momentum ini, kata dia, masyarakat lebih sensitif dan selektif memilih film yang akan ditonton.
âMasyarakat yang lebih sensitif terhadap hal-hal yang tidak boleh ditayangkan di bulan Ramadhan. Saya kira lembaga penyiaran televisi dan juga LSF juga menyadari itu,â katanya lagi.
Pada kesempatan yang sama, Ketua LSF Naswardi meyakini bahwa momentum libur pasca bulan Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk menonton film nasional.
Karenanya, ia menyerukan Gabungan Pengusaha Bioskop di seluruh Indonesia dan rumah produksi mampu memanfaatkan momentum ini dengan baik dengan menghadirkan film dengan berbagai klasifikasi usia.
"Artinya kalau penonton ingin nonton bareng anaknya itu ada alternatif SU, kalau remaja ingin nonton ada film dengan klasifikasi 13, atau kalau dewasa aja ada film 17 atau dewasa 21 gitu. Jadi jangan hanya terfokus kepada satu klasifikasi. Tetapi semua keinginan penonton yang ingin nonton bareng keluarga di bulan Ramadhan ada alternatif juga untuk film-film semua umur," tutup Naswardi.
Sebelumnya, Kementerian Kebudayaan mencatat penonton film Tanah Air mencapai 80,270 juta penonton, yang menurut Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebagai pertanda bahwa film Indonesia sudah menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
"Tahun lalu juga sekitar itu tapi di bawahnya sedikit, ya. Jadi, paling tidak penonton Indonesia stabil ini menunjukkan film Indonesia sudah menjadi tuan rumah di negeri sendiri,â kata dia dalam taklimat media âRefleksi 2025, Kebijakan 2026â di Jakarta, Kamis (8/12).
Sejumlah film Indonesia juga mencatat prestasi di berbagai festival internasional, sementara film animasi nasional mencetak rekor penonton tertinggi sepanjang sejarah perfilman Indonesia. Film "Pangku" menorehkan prestasi pada ajang Busan International Film Festival, sementara animasi "Jumbo" menjadi film terlaris di dalam negeri tahun lalu.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Polda NTT Fokus pada 5 Pelanggaran Lalu Lintas dalam Operasi Patuh Turangga
-
Jika Diplomasi Gagal Lagi, RI Bisa Kena Tarif Minimal 42%
-
Wali Kota Bogor Serukan Kebersamaan Warga lewat Siskamling
-
Sekolah Rakyat Dorong Pendidikan Berkualitas
-
Kemhan RI Lakukan Monitoring pada Satgas Pamtas RI di Entikong
-
Berikut Sinopsi Film The Odyssey yang Telah Rilis Trailer: Kisah Epik Klasik
-
Pemerintah Solok Selatan Latih Warga Hadapi Gempa, Jalur Sesar Suliti Jadi Perhatian
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.