Pemkab Lebak Kolaborasi Tarik Investor Guna Tumbuhkan Ekonomi Baru

Kamis, 29 Jan 2026, 15:45 WIB

LEBAK -- Pemerintah Kabupaten Lebak kolaborasi untuk menarik investor guna menumbuhkan ekonomi baru di daerah itu, sehingga dapat menyerap ribuan tenaga kerja lokal, sekaligus memutus kemiskinan ekstrem.

"Kami kolaborasi dengan kementerian , pemerintah pusat, provinsi juga forum-forum ekonomi nasional," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak Lingga Segara di Lebak, Kamis.

Ket. Foto: Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak Lingga Segara. — Sumber: ANTARA/Mansyur

Ia mengatakan, Kabupaten Lebak sangat prospektif sebagai daerah investasi, karena didukung lahan yang luas juga harga tanah murah dibandingkan di Tangerang dan Bogor.

Selain itu juga kekayaan sumber daya alam (SDA) melimpah dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan.

Keunggulan Kabupaten Lebak juga kemudahan transportasi dengan terkoneksi jalan tol Serang - Panimbang, Commuterline Rangkasbitung - Jakarta dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lebak telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Perda tersebut bertujuan untuk menarik investor agar dapat menanamkan modalnya di Kabupaten Lebak baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Lahan seluas 10 ribu hektare tersebar di 13 kecamatan dijadikan kawasan industri berkonsep hilirisasi ekonomi juga ramah lingkungan, sehingga tidak menimbulkan bencana ekologis.

"Kami tahun ini akan bekerja keras untuk menarik investor baik PMDN dan PMA melalui kolaborasi itu," katanya.

Menurut dia, realisasi investasi Kabupaten Lebak, Provinsi Banten sepanjang Januari -Desember 2025 di wilayah tersebut mencapai Rp1.731 triliun terdiri dari PMDN Rp 1.578 triliun dan PMA Rp153 miliar.

Nilai investasi berdasarkan penyampaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang dilaporkan secara online.

Sedangkan , nilai investasi lima besar di Kabupaten Lebak pertama Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran Rp601 miliar, kedua Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi Rp411 miliar, ketiga Perdagangan dan Reparasi Rp 127 miliar keempat Industri Mineral Non Logam Rp96 miliar dan kelima Hotel dan Restoran Rp62 miliar.

Penyerapan tenaga kerja sebanyak 7.859 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) dengan jumlah Perusahaan 320 dengan jumlah proyek 2.802 proyek.

Kelima besar, realisasi investasi berdasarkan negara secara berurutan : pertama Korea Selatan, kedua Singapura, ketiga Thailand, keempat Malaysia dan kelima Tiongkok.

"Kita berharap investor itu dapat mempercepat pengendalian kemiskinan yang menjadi agenda prioritas Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya," katanya.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.